Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Kemenag Tegaskan Masjid Bukan Tempat Politisasi Agama

Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan, masjid bukanlah tempat untuk politisasi agama. Hal ini disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib menyikapi semakin dekatnya tahun politik.

“Kita menjaga masjid tidak dijadikan sebagai tempat politisasi agama. Apalagi kita akan menghadapi tahun politik pada tahun 2024,” terang Adib usai membuka Sharing Session Revitalisasi Peran dan Ekosistem Masjid dalam Pembinaan Umat di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, Selasa (23/8).

Adib menekankan, masjid bukanlah tempat menebar benih perpecahan. Sebab, menurutnya, jika masjid dijadikan sebagai tempat politisasi agama pada tahun politik, maka akan menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan jemaah yang menjurus pada perpecahan.

“Kita tidak ingin menjadikan masjid sebagai tempat perpecahan hanya karena perbedaan politik yang dibawa ke masjid. Itu tidak boleh dan jangan sampai terjadi, karena hal itu akan menimbulkan segregasi sosial,” ujarnya.

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini menambahkan, masjid sudah sepatutnya menjadi pusat pembinaan umat. Karenanya, kata dia, Kemenag fokus mendorong masjid sebagai tempat pendidikan, pusat ekonomi, hingga pusat peningkatan literasi keagamaan.

“Masjid tidak hanya sebagai tempat untuk beribadah saja, tetapi sebagai tempat mendidik umat, mengembangkan ekonomi umat, juga menjadi tempat peningkatan literasi keagamaan. Kita ingin fokus ke arah itu,” katanya.

(Rendi)
Related Hashtags:
#InfoMasjid#BinaSyariah#EkonomiUmat#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua