Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

KUA Tidak Hanya Prima, tapi Harus Berkarakter

Semarang, Bimas Islam --- Kepala Subdit Bina Kelembagaan KUA Ditjen Bimas Islam, Wildan Hasan Syadzili mengatakan, pelayanan di KUA tidak hanya dituntut prima, tapi juga harus punya karakter.

Hal tersebut disampaikan Wildan saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Layanan KUA di Provinsi Jawa Tengah di Hotel Harris Semarang, Rabu (8/6).

"Melalui program Revitalisasi KUA, kita hendak menjadikan layanan di KUA tidak hanya prima, tetapi berkarakter. Karakter inilah yang nantinya menjadi identitas KUA di mata masyarakat," kata Wildan.

Untuk itu, imbuh dia, upaya peningkatan layanan keagamaan bagi masyarakat dilakukan melalui penerapan prosedur standar operasional, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, layanan transformasi digital, dan penguatan integrasi data.

"Jadi KUA punya karakter. KUA juga menjadi pusat data keagamaan dengan sistem deteksi dan respons dini terhadap konflik keagamaan, menjadi rumah moderasi beragama, serta pusat pemberdayaan ekonomi umat," katanya.

Wildan mengungkapkan, Ditjen Bimas Islam tengah menyesuaikan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 34 Tahun 2016. Menurutnya, tidak hanya kriteria tipologi KUA yang diperbarui, termasuk fungsi KUA turut menjadi perhatian.

"Dengan fungsi seluas ini, maka kita di Kemenag hendak mempertajam struktur KUA supaya lebih gagah. Secara kelembagaan, KUA merupakan unit terdepan Kemenag. Karenanya penting bagi kita membentuk karakter KUA," kata Wildan.

(Rendi)
Related Hashtags:
#ModerasiBeragama#KUA#EkonomiUmat#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua