Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Menjadi Penyuluh Itu Menuruti Panggilan Jiwa

Kota Tegal, Bimas Islam --- Pria berbadan tambun dengan tinggi sekitar 170 centimeter ini tampak tersenyum sepanjang perjalanan dari TBM Sakila Kerti menuju KUA Tegal Barat, Kota Tegal. Perbincangan terasa akrab saat lulusan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini berkisah seputar motifnya menjadi Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama.

"Menjadi Penyuluh Agama Islam sejak tahun 2000. Sudah mau 21 tahun. Menjadi Penyuluh lebih karena panggilan jiwa," ungkap Mohammad Hatta, Penyuluh Agama Islam KUA Tegal Barat, Rabu (27/10/21).

Sehari-hari setelah menjadi Penyuluh, lanjut Hatta, aktivitasnya tak jauh dari pembinaan kepada masyarakat. Baginya, bertemu dan berkumpul dengan masyarakat merupakan kebahagiaan.

"Penyuluh punya binaan mulai dari anak sekolah, jemaah perkantoran, ibu majelis taklim, narapidana hingga mantan narapidana terorisme," tambahnya.

Khusus untuk pembinaan di lembaga pemasyarakatan, Hatta menyampaikan pendekatan yang humanis. Apalagi bagi narapidana terorisme.

"Secara teori, mereka pintar. Maka kita menggunakan pendekatan kemanusiaan. Misalnya, kita berikan bantuan ekonomi," terangnya.

Bantuan ekonomi itu, tambah Hatta, berasal dari donatur, Baznas, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), maupun iuran para Penyuluh. "Ambil hatinya, insyaallah dakwah kita akan mudah diterima," pungkas pria humoris ini.

(Pirman)
Related Hashtags:
#Zakat#KUA#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua