Jakarta, bimasislam --- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama tahun 2019 menghadirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai salah satu pembicara.
Dalam Studium Generale dengan judul Akselerasi Manajemen Keuangan Kementerian Agama, Sri Mulyani mengatakan bahwa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai salah satu instrumen pembiayaan, dapat menciptakan akuntabilitas yang baik.
“Saya senang bahwa instrumen ini bisa menciptakan akuntabilitas yang baik,” ujar Menkeu, Rabu (23/01).
Menkeu menjelaskan bahwa pembiayaan infrastruktur dengan skema SBSN merupakan underlying asset, asetnya sama dengan nominalnya. “Jadi tidak ada dusta di antara kita,” seru Menkeu.
Menkeu mengatakan bahwa Kementerian Agama sebagai salah satu kementerian dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terbesar di antara Kementerian dan lembaga di Indonesia, saat ini telah banyak menggunakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk melakukan pembangunan infrastruktur. Mulai dari pembangunan kampus-kampus PTKIN, kantor KUA, madrasah, serta asrama haji.
“62 triliyun kita investasikan berupa APBN di Kemenag. Ini untuk menyemai keberagaman sebagai rahmat dari Allah SWT,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani menuturkan bahwa skema SBSN ini merupakan upaya pemerintah dalam membuat variasi instrumen pembiayaan, utamanya dalam bidang pendidikan
Tahun 2018, Indonesia telah membelanjakan APBN sebanyak Rp.2.200T. “Tahun ini kita belanja hampir mendekati 2.500T dan untuk pendidikan akan dibelanjakan hampir 500T,” ujar Sri Mulyani seraya mengatakan bahwa negara telah menginvestasikan uang yang sangat banyak untuk sumber daya manusia.
Melalui penerapan skema SBSN ini, Menkeu berharap agar Kemenag dapat menyiapkan generasi muda yang religius tapi juga memiliki kemampuan di bidang ilmu, memiliki keimanan, ketakwaan dan punya kemampuan untuk menjadi warga negara Indonesia yang toleran.
Selain SBSN, juga ada instrumen pembiayaan pendidikan melalui LPDP. Menteri yang dua kali meraih predikat Menteri Keuangan Terbaik di dunia ini mengatakan bahwa saat ini telah dibuka Beasiswa Santri.
“Dari 644 pendaftar, untuk program master, tercatat 272 orang lolos ke tahap selanjutnya, sedangkan untuk program doktor 84 orang,” ujarnya.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : Didah
Editor : Khoiron
Menkeu: Skema SBSN Ciptakan Akuntabilitas Baik
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Materi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ Target Masuk Kurikulum Mulai Akhir 2026
Materi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ Target Masuk Kurikulum Mulai Akhir 2026
Jawa Barat Raih Predikat Terbaik I THE MOST KUA 2026, Ini Daftar Pemenangnya
Jawa Barat Raih Predikat Terbaik I THE MOST KUA 2026, Ini Daftar Pemenangnya






