Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Penyuluh Agama Islam KUA Balige Gunakan Kearifan Lokal dalam Berdakwah

Toba, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam KUA Balige, Kabupaten Toba, Sahala Ahmad Thoif Gultom secara konsisten menggunakan kearifan lokal dalam berdakwah. Hal ini dilakukan agar konten dakwah yang disampaikan mudah diterima masyarakat.

"Ada setidaknya 3 kebiasaan adat yang saya laksanakan dalam berdakwah di masyarakat, yaitu Mengupah-upah, Manortor, dan Mangulosi," ungkap Ahmad melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Rabu (9/2/22).

Mengupah-upah, terang Ahmad, merupakan kebiasaan masyarakat Toba dalam memberikan makan kepada para tamu. Kebiasaan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan simpati masyarakat.

"Manortor merupakan sejenis tarian adat yang diiringi musik gondang. Sedangkan Mangulosi berupa mengalungkan kain kepada tamu sebagai bentuk penghormatan, ucapan selamat, dan doa," tambahnya.

Ahmad menjelaskan, kebiasannya ini merupakan salah satu upaya pengarusutamaan Moderasi Beragama di tengah masyarakat. Katanya, ketiga kebiasaan adat ini sesuai dengan spirit ajaran Islam.

"Dengan tiga jurus ini, jemaah merasakan kedekatan dan semangat sehingga apa yang kami sampaikan mudah diterima. Ada ikatan batin dan rasa saling percaya," pungkasnya.

(Pirman)
Related Hashtags:
#ModerasiBeragama#KUA#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua