Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Sesditjen Bimas Islam: Pustakawan Berjasa Jaga Peradaban Ilmu

Jakarta, Bimas Islam --- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menjadikan tanggal 7 Juli sebagai Hari Pustakawan Nasional sejak tahun 1990. Tanggal 7 Juli juga merupakan hari lahir Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) sebagai wadah bagi pengembangan para pegiat literasi di tanah air.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, M. Fuad Nasar mengatakan, profesi pustakawan merupakan profesi mulia dan berjasa menjaga peradaban ilmu.

“Selamat memperingati Hari Pustakawan Nasional kepada seluruh pustakawan di tanah air dan masyarakat perbukuan Indonesia. Semoga terus memberikan dedikasinya dalam menjaga peradaban ilmu,” kata Sesditjen di Jakarta, Kamis (07/07).

Sesditjen mengungkapkan, Indonesia memiliki khazanah lektur dan manuskrip yang beragam sebagai kekayaan peradaban ilmu. Indonesia juga memiliki Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Daerah di seluruh Provinsi, Perpustakaan Proklamator di Bukittinggi dan Blitar, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Universitas, Perpustakaan Kementerian/Lembaga, serta perpustakaan yang dikelola yayasan dan masyarakat. Semua produk keilmuwan yang tersimpan adalah aset berharga yang membutuhkan peran dan keahlian pustakawan dalam menginventarisir, mengidentifikasi, menata, melestarikan, mempromosikan dan memfasilitasi publik untuk mendapatkan informasi kepustakaan yang dicari.

“Pustakawan adalah ujung tombak utama dalam menghidupkan kembali dan mengawal budaya literasi di tanah air demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Sesditjen pun mengajak generasi muda untuk menghargai profesi dan fungsi pustakawan dalam era teknologi digital dewasa ini. “Profesi pustakawan di Indonesia telah memberikan usaha terbaik untuk bangsa dalam dunia literasi dan juga informasi. Inilah tugas generasi muda untuk menghargai profesi pustawakan,” ujarnya.

“Semoga momen ini menjadikan para pustakawan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pengembangan perpustakaan di Indonesia serta menjaga eksistensinya di tengah perkembangan teknologi, dan menghantarkan harapan dari pustakawan-pustakawan muda agar profesi tersebut lebih dihargai dan dipandang oleh masyarakat luas,” tutupnya.

(Tommy)
Related Hashtags:
#KUA#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua