Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

Jakarta, Bimas Islam-- Malam Lailatul Qadar termasuk malam yang sangat mulia. Malam ini dianugerahkan Allah pada umat Nabi Muhammad. Di malam ini pula, terkandung kemuliaan yang lebih baik dengan seribu bulan. Setiap orang tentu ingin mendapatkan malam tersebut. Bagaimana tidak? Siapa yang memperolehnya, maka dosa dan kesalahannya akan diampuni, dan ia akan mendapatkan pahala yang lebih baik dari pada seribu bulan.
 
Malam lailatul qadar menurut Ibnu Jarir At-Thabari mengatakan  bahwa pahala orang yang melaksanakan ibadah pada malam tersebut lebih utama daripada  malam-malam lain di luar bulan Ramadhan. Di malam tersebut, Allah anugerahkan pelbagai kebaikan yang akan diberikan pada umat Nabi Muhammad. Seyogianya memanfaatkan malam tersebut untuk kebaikan dan amal kebajikan.
 
Di sisi lain, malam lailatul qadar itu termasuk malam yang penuh misteri. Ragam pendapat ulama tentang waktu terjadinya. Ada yang mengatakan terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Ibnu Abbas berkata lain, terjadinya di malam ke-27 Ramadhan. Sebagian besar ulama syafiiyah mengataka terjadi di malam ganjil, 10 hari terakhir Ramadhan.
 
Lantas yang menjadi pertanyaan, bagaimana ciri-ciri malam tersebut dikatakan malam lailatul qadar? Hal ini untuk memudahkan mengetahui malam lailatul qadar, dan memperbanyak amalan kebaikan di dalamnya, termasuk ibadah semisal membaca al-Qur’an, qiyamul lail, ataupun I’tikaf.
 
Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitab Al-Ghunyah li Thalibi Tariq al-Haqq ada beberapa tanda malam lailatul qadar. Ia mengatakan:
 
  والأمارة في أنها ليلة القدر، أن تكون ليلة طلقة سمحة لا حارة ولا باردة. وقيل: لا يسمع فيها نباح الكلاب، وتطلع الشمس صبيحتها، ليس لها شعاع كالطست، وتكشف عجائبها لأرباب القلوب والولاية وأهل الطاعة لمن يشاء الله تعالى من المؤمنين من عباده، وعلى قدر أحوالهم وأقسامهم ومنازلهم في القرب من الله -عز وجل-.
 
“Indikasi bahwa malam tersebut adalah malam lailatul qadar adalah malam tersebut lembut, tidak panas, juga tidak dingin. Dan dikatakan bahwasanya pada malam tersebut tidak akan terdengar gonggongan anjing, dan matahari terbit di pagi harinya tanpa adanya sorot sinar seperti baskom.Keajaiban malam lailatul qadar akan diungkap oleh Allah kepada kaum mukminin (yang dikehendaki-Nya) yang mampu mengendalikan hati, juga kepada segenap wal dan ahli taat. Yang paling tinggi budi luhurnya dan yang paling dekat dengan Allah lah yang akan mendapatinya”. (Al-Ghunyah li Thalibi Tariq al-Haqq,   II/23).
 
Pendapat Syekh Abdul Qadir ini sesuai dengan sebuah hadis Rasulullah, yang menjelaskan tanda-tanda malam lailatul qadar.
 
حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، حَدَّثَنِي أَبُو عَامِرٍ، حَدَّثَنَا زَمْعَةُ، عَنْ سَلَمَةَ هُوَ ابْنُ وَهْرَامَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ: «لَيْلَةٌ طَلْقَةٌ، لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ، تُصْبِحُ الشَّمْسُ يَوْمَهَا حَمْرَاءَ ضَعِيفَةً»
 
“diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah SAW menjelaskan ciri-ciri malam Lailatul Qadar dengan mengatakan “Malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Dan pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan”. (Sahih Ibnu Khuzaimah, No. 2192, III/331)
 
 
(Tim Layanan Syariah)
Related Hashtags:
#Ramadan#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua