Jakarta, bimasislam ---Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Rifaiyah KH Muhklisin Muzarie beserta pengurus di ruang kerja Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Jumat (25/05).
Pertemuan tersebut membahas rencana Muktamar Rifaiyyah ke IX di Wonosobo, Jawa Tengah pada 24-28 September 2018 mendatang yang bila tidak ada aral akan dibuka oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin.
"Selain silaturahmi kami ingin meminta Pak Menteri untuk berkenan membuka helat Muktamar ke-IX Rifaiyah di Wonosobo sekaligus memberi arahan dan petunjuk terkait gelaran ini. Acara akan digelar di Pendopo," kata KH Muhlisin Muzarie.
Menurut KH Muhlisin, muktamar ini akan dihadiri ribuan warga Rifaiyah yang tidak hanya berasal dari Jawa Tengah melainkan dari daerah Sumatra, Maluku, Kalimantan dan daerah lainnya di Indonesia.
Menag Lukman Hakim menyambut baik gelaran Muktamar salah satu organisasi Islam di Tanah Air ini.
"Insya Allah nanti kita jadwalkan. Waktu masih cukup lama dan persiapan juga leluasa, saya niatkan," ujar Menag Lukman Hakim menjawab undangan resmi dari Ketua Umum PP Rifaiyah KH Muhlisin Muzatri.
Dalam pertemuan itu Menag dan pengurus Rifaiyah juga membahas perjalanan Rifa'iyah sebagai sebuah organisasi para santri KH Ahmad Rifa'i di Desa Kalisalak Kecamatan Limpung-Batang, Jawa Tengah. Termasuk kitab-kitab karya Syekh Ahmad Rifa’ie yang disusun dalam bahasa Jawa di mana banyak dikaji oleh ilmuwan dan sarjana dari berbagai keahlian dan jurusan. Kitab karya Syekh Ahmad Rifa'ie telah banyak menjadi sumber rujukan dalam kajian ilmu ushul, fikih dan tasawuf.
Hadir mendampingi Menag, Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda, Direktur Urusan Agama Islam, Khoiruddin dan Staf Khusus Menag Gugus Waskito.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : benny andriyos
Editor : dodo
Bertemu Menag, Ketum Rifaiyah Bahas Rencana Muktamar ke-IX di Wonosobo
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Literasi Halal Kosmetik dan Peralatan Rumah Tangga Masih Rendah, Kemenag: Perlu Edukasi Masif
Survei Katadata Insight Center (KIC) tahun 2026 mencatat hanya 51,5 persen responden mengetahui kosmetik wajib bersertifikat halal. Sementara itu, pada kategori peralatan rumah tangga, angkanya hanya 14,5 persen.






