Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Sambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru

Reporter Barie

Jakarta, Bimas Islam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam menyiapkan 15 program dalam rangkaian The Wonder of Harmony 2026 yang berlangsung sepanjang November hingga Desember. Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang  untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.

“Tahun ini kami mengambil tema ‘Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri’, dengan satu pesan yang kuat bahwa toleransi, kerukunan, perdamaian itu merupakan modal yang sangat penting dalam kekayaan kita untuk terus mewujudkan pembangunan masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendukung Asta Cita ke-8 Presiden dan Wakil Presiden, yakni memperkuat kehidupan harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya serta meningkatkan toleransi antarumat beragama.

Ia menekankan bahwa The Wonder of Harmony tidak dirancang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan melibatkan berbagai komunitas, tokoh lintas agama, dan generasi muda dalam kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Dialog Kerukunan “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri” pada 2 November 2026 di Rumah Dinas Menteri Agama. Forum ini direncanakan mempertemukan Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan 50 pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan tingkat pusat untuk memperkuat sinergi pembinaan umat dan komitmen menjaga kerukunan.

Pada hari yang sama, Kemenag juga menjadwalkan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) di Banten. Program ini melibatkan organisasi pemuda dan mahasiswa untuk membekali generasi muda dengan pemahaman tentang relasi sehat, kesiapan perkawinan, pengambilan keputusan, serta pencegahan perkawinan anak.

Selanjutnya, pada 3–5 November 2026, Ditjen Bimas Islam menggelar Capacity Building RECONNECT di Depok dan Bogor. Kegiatan ini memperkuat kapasitas penyuluh agama dalam mendampingi proses reintegrasi sosial individu yang terkait dengan ekstremisme kekerasan, melalui kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Polri, dan Kementerian Sosial.

Di bidang ekonomi umat, Kemenag akan berpartisipasi dalam Halal Expo 2026 pada 18–20 November di FISIP Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan literasi gaya hidup halal, sertifikasi halal, dan ekosistem industri halal, sekaligus mendorong daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kemenag juga melanjutkan program Nikah Akbar di sejumlah daerah. Setelah kegiatan di Semarang pada 21 Oktober, agenda berikutnya dijadwalkan di Ambon pada 31 Oktober, Medan pada 26 November, Deli Serdang pada 27 November, serta Surakarta pada 5 Desember 2026.

Dalam sesi tanya jawab, Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi menjelaskan bahwa nikah massal tidak hanya berfokus pada prosesi akad, tetapi juga mencakup pendampingan sebelum, selama, dan setelah perkawinan.

“Sekurang-kurangnya ada tiga layanan: layanan sebelum mereka menikah, layanan pada saat mereka menikah, dan layanan pasca mereka menikah,” jelasnya.

Pendampingan tersebut mencakup kesiapan spiritual, ekonomi, finansial, dan sosial calon pengantin, serta pembinaan untuk membangun keluarga sakinah dan maslahat.

Untuk memperluas keterlibatan masyarakat, Kemenag juga menyiapkan Harmony Fun Walk di Yogyakarta pada 15 November, Surabaya pada 29 November, dan Jakarta pada 6 Desember 2026. Selain jalan sehat dan senam bersama, kegiatan ini akan menghadirkan aksi peduli lingkungan, hiburan, serta layanan informasi zakat dan wakaf, edukasi halal, kemasjidan, dan pelayanan KUA.

Sementara itu, BAZNAS Collaborative Leadership berlangsung secara bertahap hingga Desember di sejumlah provinsi. Program ini ditujukan untuk memperkuat kepemimpinan, tata kelola, dan sinergi Kemenag, pemerintah daerah, serta BAZNAS dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.

Rangkaian lainnya meliputi Ngaji Budaya dan Tradisi Islam di Nusantara di Jakarta dan Semarang, serta Harmony Family Talks yang mempertemukan penghulu, penyuluh agama, akademisi, dan organisasi profesi untuk membahas tantangan keluarga dari perspektif agama, psikologi, dan pelayanan publik.

Memasuki Desember, Kemenag akan menggelar Bakti Lintas Iman “Saling Merawat, Saling Menghormati” di berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, penyuluh lintas agama dan komunitas keagamaan diajak mengunjungi rumah ibadah, merawat lingkungan, mengelola sampah, serta meningkatkan aksesibilitas fasilitas bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Kegiatan lintas iman juga diperkuat melalui Cultural Talks “Merawat Tradisi, Menghidupkan Seni Kitab Suci”. Forum ini mempertemukan pengelola tradisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani), dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk berbagi pengalaman dalam pembinaan seni dan tradisi keagamaan.

Pada sektor dakwah, Kemenag menyiapkan Dai Muda Penyeru Cinta, yakni pembibitan 100 calon dai dan daiyah muda melalui pelatihan, magang di pesantren, dan pengabdian masyarakat selama 30 hari.

Kemenag juga menghadirkan RISE (Ruang Inklusif dan Setara), program penguatan dakwah inklusif dan konseling keluarga bersama Asosiasi Tuli Muslim Indonesia. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan pendampingan bagi penyandang disabilitas.

Rangkaian tersebut dilengkapi Halaqah Dai Kebangsaan di Jakarta untuk memperkuat peran dai dalam menjaga persaudaraan, menangkal informasi manipulatif, dan membangun kepedulian sosial.

Menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Ditjen Bimas Islam turut menyiapkan Masjid Ramah Pemudik di berbagai daerah. Masjid-masjid di sepanjang jalur perjalanan diharapkan dapat menyediakan tempat istirahat yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dirjen Bimas Islam berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga toleransi dan persatuan bangsa.

(Kememag.go.id)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?
Berita · 26 Okt 2026

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?

Menurut Fuad, bahan konsumsi dan produk pangan olahan berpotensi masuk kategori syubhat apabila asal-usul dan proses pengolahannya tidak dapat dipastikan. Ia menjelaskan, fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi dasar bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerbitkan sertifikat halal.