Jakarta, Bimas Islam --- Jajaran Pengurus Besar Ormas Islam Mathlaul Anwar (MA) mendukung kebijakan Menteri Agama Fachrul Razi dalam mengembangkan Islam Rahmatan Lil Alamin.
"Kita sepakat mendukung upaya Menteri Agama dalam membangun harmonisassi umat beragama melalui Islam Rahmatan lil Alamin,” demikian disampaikan Ketua Umum Mathlaul Anwar Ahmad Sadeli Karim saat bertemu dengan Menag di Jakarta, Selasa (10/12).
Selain Ketua Umum Mathlaul Anwar, hadir Ketua Majelis Amanah Irsyad Djuwaeli, Ketua Majelis Fatwa MA Abdul Wahid, Wakil Majelis Fatwa Tengku Zulkarnain, serta jajaran Pengurus Besar lainnya.
“Terima kasih atas dukungan yang disampaikan kepada kami,” ungkap Menag, Selasa (10/12).
Menag mengajak Mathlaul Anwar yang sudah berusia 103 tahun, beserta seluruh ormas Islam lainnya, untuk turut serta dalam membangun bangsa, termasuk menikmati hasil kemerdekaan.
Menurutnya, umat Islam adalah yang gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan. “Maka saat kita maju, tidak boleh ada umat yang ditinggalkan,” kata Menag.
Hadir mendampingi Menag, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor, Sekretaris Ditjen Pendis Imam Syafii, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Fuad Nasar, dan Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : Rusydi
Editor : Khoiron
Bertemu Menag, Mathlaul Anwar Dukung Kebijakan Harmonisasi Umat
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?






