Buka Bersama tapi Tidak Salat Magrib? Ini Kata KH. Sirril Wafa

Jakarta, Bimas Islam -- Buka puasa bersama merupakan salah satu momen di bulan Ramadan yang dapat dimanfaatkan untuk merekatkan tali silaturahim. Karenanya, kegiatan tersebut mengandung nilai kebaikan.
 
Namun, yang marak terjadi, berbuka puasa membuat seseorang melupakan kewajiban salat magrib. Lantas, bagaimana Islam memandang hal tersebut?
 
Ketua Lajnah Falakiyah Nahdatul Ulama, KH. Sirril Wafa menjelaskan, melaksanakan buka puasa bersama namun meninggalkan salat magrib sama saja dengan menyia-nyiakan agamanya sendiri.
 
"Orang yang mengutamakan buka puasa bersama, yang notabene sunnah namun mengabaikan salat magrib yang hukumnya fardhu 'ain, maka orang seperti ini sesungguhnya telah terjebak dalam sikap menyia-nyiakan agama sendiri," tuturnya.
 
"Salat magrib adalah kewajiban, yang tidak bisa ditawar-tawar keberadaannya," ujar KH. Sirril.
 
Hal tersebut disampaikan KH. Sirril Wafi dalam Program Edukasi Syariah Ramadan Bimas Islam, Selasa (4/3/2023).
الوسوم المتعلقة:
#39#Ramadan#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Inisial MSK · Tim Peliput
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua