Buku Masjid Ramah Mesti Hidup di Hati Pembaca

Jakarta, Bimas Islam -- Buku bertajuk masjid ramah mesti mampu hidup di hati para pembaca.
Demikian disampaikan perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Ikrom saat menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bidang Kepustakaan Islam XII dan XIII di Jakarta, Selasa (11/7/2023).
 
“Menulis bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Tetapi, menulis adalah menghidupkan apa yang kita tulis. Ini upaya kita menghidupkan masjid ramah di hati para pembaca,” ucapnya.
 
Masjid ramah, imbuh Ikrom, perlu menginspirasi dan menjadi percontohan.
 
“Masjid yang memenuhi kriteria ramah anak, disabilitas, lansia, lingkungan, keragaman, dan duafa akan dibukukan. Masjid ramah perlu menginspirasi dan menjadi percontohan bagi masjid yang lain,” ujarnya.
 
“Kita boleh berdiskusi secara mendalam bagaimana peran masjid di tengah kehidupan masyarakat. Tetapi, jika kita mengangkat profil masjid ramah melalui tulisan, maka perannya berpotensi dikenal lebih luas,” ulas Ikrom.
 
Ikrom berpesan, peserta mesti mencari data dan menganalisa kriteria masjid ramah setiap wilayah agar sesuai dengan standar Kementerian Agama.
 
Wcp/Mr
*Fotografer: Lutfi
الوسوم المتعلقة:
#InfoMasjid#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua