Yogyakarta, Bimas Islam -- Gelaran Festival Seni Budaya Islam Tingkat Nasional Tahun 2019 telah berakhir. Penutupan ditandai dengan pengumuman, pemberian trophy serta uang pembinaan bagi para peserta terbaik di masing-masing cabang.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi D.I Yogyakarta, Edhi Gunawan dalam sambutan penutupan mengatakan bahawa kegiatan festival harus dimaknai sebagai upaya merawat jati diri dan kehormatan bangsa Indonesia.
“Festival ini adalah upaya kita dalam menjaga jati diri dan kehormatan bangsa ini”, ujar Edhi Gunawan di Gelanggang Olahraga Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (25/10).
Edhi menambahkan, yang terpenting dari Festival Seni Budaya Islam adalah bagaimana seluruh yang terlibat dalam event ini dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu nilai-nilai Kesenian dan Kebudayaan Islam.
Berikut daftar peserta terbaik Festival Seni Budaya Islam Tingkat Nasional Tahun 2019:
Cabang Lagu Religi Kategori Putera
1. Terbaik I, Gilang Aji Permana dari Provinsi Jawa Tengah
2. Terbaik II, Muhammad Alfarisi dari Provinsi Riau
3. Terbaik III, TB. Ilhamudin dari Banten
Cabang Lagu Religi Kategori Puteri
1. Terbaik I, Alpita Maharani utusan Provinsi Jawa Tengah
2. Terbaik II, Nurkhairat Arniman utusan Provinsi Sumatera Barat
3. Terbaik III, Kartika Nur Fadila utusan Provinsi Sulawesi Tenggara
Cabang Seni Teater Group
1. Terbaik I, Sanggar Seni Sanjayo, utusan Provinsi Riau
2. Terbaik II, Komunitas Jaguar Nuasantara Jawa Timur, utusan Provinsi Jawa Timur
3. Terbaik III, Teater ESKA, utusan Provinsi Yogyakarta.
Penulis: syamsuddin
Editor: syamsuddin
Foto: bimasislam
Daftar Juara Festival SBI Nasional 2019, Jateng Sabet 2 Peserta Terbaik
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?






