Masjid tersebut diberi nama Masjid al-Safar, yang merupakan masjid terluas di lokasi rest area se-Indonesia. Masjid tersebut adalah karya arsitek yang juga menjabat Walikota Bandung, Ridwan Kamil.
Berbeda dengan kebanyakan masjid lain di tanah air, desain masjid al-Safar diinspirasi dari kearifan lokal masyarakat Sunda. Jika dilihat dari atas, bentuknya yang asimetris merupakan penggambaran dari kain iket yang biasa dikenakan masyarakat Sunda. Selain itu, bentuk asimetris ini juga menggambarkan bentuk permata untuk menarik perhatian pengendara, untuk mampir ke masjid.
Sejumlah pengunjung yang dtemui bimasislam mengaku terkesan dengan arsitektural masjid tersebut. Abdul, mengaku senang bisa mampir ke masjid yang dibangun tanpa tiang itu. “Bentuk dan warnanya intagrammable’ banget”, ujarnya.
Masjid yang dibangun dengan dana sekitar 10 milyar rupiah itu didominasi warna abu-abu-abu kebiruan. Sementara pada bagian interior, suasana modern, megah dan khidmat amat terasa berkat sentuhan arsitektural yang memadukan bentuk geometris yang saling bersusun.
Jika Anda melintas dari arah Bandung menuju Jakarta, silakan mampir dan merasakan suasana berbeda di Masjid al-Safar, KM 88 Tol Cipularang
(sigit-bowo/bimasislam)






