Dirjen Bimas Islam: Penyuluh dan Penghulu Mesti Peka terhadap Potensi Konflik

Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamarudin Amin berharap, melalui program SPARK (Seleksi Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik), penyuluh dan penghulu dapat melakukan deteksi dini terhadap konflik sosial berdimensi agama. 
 
Menurut Kamaruddin, konflik masyarakat sangat beragam. Karenanya, para penyuluh dan penghulu mesti peka terhadap potensi konflik.
 
"Kita tidak hanya ditugaskan jika ada persoalan, jika ada masalah, tapi juga terlibat dalam kehidupan kemasyarakatan, supaya persoalan itu tidak muncul," ucapnya saat membuka kegiatan Bimtek SPARK 2023 di Jakarta, Senin (8/5/23).
 
Kamaruddin juga mengingatkan penyuluh dan penghulu untuk mengidentifikasi paham atau ajaran yang berpotensi memecah persatuan, agar bisa menentukan langkah pencegahan yang efektif.
 
Kamarudin menjelaskan, tugas para penyuluh dan penghulu salah satunya untuk menjaga atau merawat keberagaman, mempraktikkan prinsip washatiyah.
 
"Tugas kita adalah bersama-sama secara kolektif sebagai sebuah entitas Kementerian Agama, sebagai sebuah entitas penyuluh, ASN, Pemerintah, untuk terus bisa menjaga, merawat keberagaman Islam yang wasathiyah, yang moderat," tandas Dirjen.
الوسوم المتعلقة:
#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Inisial MSK · Tim Peliput
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua