Jakarta, bimasislam --- Bagian Perencanaan Ditjen Bimas Islam menggelar kegiatan Penyusunan Pagu Anggaran Program Bimas Islam Tingkat Pusat dan Daerah Tahun Anggaran 2019. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Juli 2018 itu dilaksanakan di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.
Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut berpesan kepada seluruh peserta agar menyusun program dengan mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) dan memperhatikan program-program prioritas.
"Susunlah anggaran berdasarkan Program Prioritas dan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama, khususnya Ditjen Bimas Islam", kata Dirjen, Kamis (05/07).
Dirjen menyebutkan beberapa program yang menjadi prioritas, seperti Menyapa Penyuluh Agama (SAPA), Belajar Rahasia Nikah (Berkah), Bimbingan Perkawinan (Binwin), dan Silaturahim Lembaga Keagamaan (Salam).
Dalam menyusun program dan anggaran itu, Dirjen mengingatkan agar para operator memperhatikan detail-detail angka hingga ke tingkat bawah. "Perlu kecermatan" katanya.
"Dalam Penyusunan pagu anggaran 2019 agar masing-masing bidang tingkat provinsi dapat menganggarkan sampai pada bidang Bimas Islam di tingkat Kabupaten/Kota, hingga ke bawahnya dan perhatikan secara cermat setiap angka jangan sampai ada kesalahan", harap Dirjen.
Kecermatan tersebut, ditambahkannya, juga terkait dengan satuan, hingga memperhatikan apakah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan di daerah masing-masing masih beroperasi atau tidak, karena akan berdampak pada anggaran.
Kegiatan penyusunan Pagu Anggaran Ditjen Bimas Islam Tahun Anggaran 2019 dibuka oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor, dan diikuti oleh 128 orang. Para peserta adalah operator RKA/KL Bimas Islam pada Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia, dan pejabat/staf di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Penulis: nhkurniawan
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam
Dirjen: Susun Anggaran, Perhatikan Hal-hal Detail!
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Literasi Halal Kosmetik dan Peralatan Rumah Tangga Masih Rendah, Kemenag: Perlu Edukasi Masif
Survei Katadata Insight Center (KIC) tahun 2026 mencatat hanya 51,5 persen responden mengetahui kosmetik wajib bersertifikat halal. Sementara itu, pada kategori peralatan rumah tangga, angkanya hanya 14,5 persen.






