Ekonomi dan Keuangan Syariah Solusi Keterpurukan Ekonomi

Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak umat Islam untuk meningkatkan literasi terhadap perekonomian dan keuangan syariah. Di tengah kondisi perekonomian nasional yang terpuruk, ia meyakini konsep ekonomi syariah dapat menjadi salah satu solusi atas masalah tersebut.

Fuad mengutip pernyataan dari Gubernur Bank Indonesia pertama, sekaligus mantan Menteri Keuangan, Sjafruddin Prawiranegara bahwa salah satu penyebab timbulnya kekacauan sosial, dan jurang pemisah antara yang kaya dan miskin di dunia, adalah karena agama dipisahkan dari ekonomi.

"Islam mengajarkan, dalam usaha kita mencari nafkah untuk keperluan hidup, kita sekali-kali tidak boleh melupakan kewajiban terhadap sesama manusia, khususnya terhadap orang-orang yang miskin dan lemah," papar Fuad pada Kamis (25/3).

Fuad mengemukakan ekonomi dan keuangan syariah bukanlah konsep ekonomi yang ekslusif, melainkan ekonomi yang inklusif, dan merefleksikan prinsip rahmatan lil alamin.

"Manfaat dari konsep ekonomi dan keuangan syariah akan diperoleh siapa saja yang menjalankan tanpa memandang keyakinan agamanya. Tidak ada diskriminasi di dalam pelaksanaannya," imbuhnya.

Ia menambahkan dalam konsep perekonomian syariah, pasar dan perdagangan harus bebas dari unsur kecurangan, spekulasi, monopoli serta pencarian keuntungan yang melampaui batas.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua