Jakarta, Bimas Islam – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad mengatakan, selain sebagai tempat ibadah dan wisata religi, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.
Ia juga menyebut, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo bisa menjadi wadah bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang, terutama menjelang Ramadan. “Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya kepada media, Senin (17/2/2025).
Abu mengapresiasi langkah takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang telah menyiapkan program ekonomi berbasis komunitas, seperti festival Ramadan dan pasar kuliner yang melibatkan UMKM lokal. Ia berharap, kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Indonesia.
“Jelang Ramadan, takmir sudah merencanakan berbagai kegiatan yang variatif. Misalnya, kegiatan sebelum buka puasa, selain kajian juga ada buka puasa bersama yang dapat menggerakkan ekonomi warga, termasuk juga kegiatan budaya,” tambahnya.
Selain sektor ekonomi, Abu juga mengungkapkan pentingnya menjaga kebersihan, keindahan, dan keberlanjutan masjid. Ia meminta pengelola dan masyarakat sekitar untuk merawat masjid agar tetap menjadi ikon wisata religi yang nyaman dan menarik bagi pengunjung.
“Ke depan, masjid tersebut harus dijaga dan dirawat agar terjaga kebersihan, keindahan, dan keberlanjutannya,” tegasnya.
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, yang berdiri sejak 2022, merupakan simbol kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga tempat kajian Islam moderat dan program budaya yang menarik ribuan pengunjung setiap bulan.
Sebelumnya, Abu Rokhmad melakukan kunjungan ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo pada Jumat (14/2). Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kepala Subdirektorat Kemasjidan Kemenag Akmal Salim Ruhana dan Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Munajat.
Fn/Mr
Gaet UMKM di Program Kuliner, Kemenag: Masjid Sheikh Zayed Contoh Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Materi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ Target Masuk Kurikulum Mulai Akhir 2026
Materi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ Target Masuk Kurikulum Mulai Akhir 2026
Bimwin Sumatra Barat Tembus 99,89 Persen, Tertinggi Nasional
Bimwin Sumatra Barat Tembus 99,89 Persen, Tertinggi Nasional






