Generasi Muda Mesti Genjot Kesadaran Ekonomi Syariah

Jakarta, Bimas Islam -- Pertumbuhan ekonomi syariah semakin lambat saat generasi muda tidak memahami pentingnya ilmu ekonomi syariah.
 
Hal itu disampaikan Komisaris PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Arif Rosyid Hasan saat menjadi narasumber pada kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
 
“Hanya sekitar 8 sampai 9 persen saja dari 87 persen penduduk Indonesia yang memahami pentingnya ekonomi syariah. Generasi muda harus mampu meningkatkan kapasitas wawasan untuk menggenjot tingkat kesadaran terkait ekonomi syariah,” ujarnya.
 
Menurut Arif Rosyid, ilmu ekonomi syariah akan hidup sepanjang masa.
 
“Ekonomi syariah itu sudah ada sejak zaman Rasulullah. Karenanya, ilmu ekonomi syariah akan selalu hidup setiap zaman,” ucapnya.
 
“Jabatan saya sebagai Komisaris PT BSI itu tidak akan lama dan bisa selesai kapan saja. Tapi, jiwa aktivis sebagai pejuang ekonomi syariah tidak akan pernah berhenti dan selalu hidup dalam diri saya,” tandas Arif Rosyid.
 
Arif Rosyid mengajak generasi muda agar siap menghadapi tantangan dalam upaya peningkatan ekonomi syariah.
 
“Generasi muda yang pesimis melihat tembok sebagai masalah dan akan berhenti di situ, tetapi generasi muda yang optimis menganggap itu sebagai halangan yang perlu diukur ketinggian temboknya, lalu berusaha menaklukkan tembok itu dengan tumpuan lompatan terkuatnya,” pintanya.
 
Wcp/Mr
*Fotografer: Budi Ayani
الوسوم المتعلقة:
#KUA#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua