Gerakan Ibu Bangsa Berdoa, Dirjen Bimas Islam: Doa Bisa Ubah Takdir

Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin didaulat menjadi narasumber dalam Doa Bersama Umat Islam, Gerakan Ibu Bangsa Berdoa yang dihelat Kongres Wanita Indonesia (Kowani) secara daring, Jumat (6/8/21). Dalam kesempatan ini, Dirjen menyampaikan khasiat doa dalam mengubah takdir.

"Kita berdoa karena tak ada yang bisa mengubah takdir kecuali doa. Kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita. Kita tidak tahu apa yang tertulis di lauhul mahfuzh, kita tidak tahu apa yang menjadi ketentuan Allah SWT," ujar Dirjen di Jakarta, Jumat (6/8/21).

Dalam kegiatan yang juga dilangsungkan dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia ini, Dirjen menyebutkan, doa bersamaan dengan usaha merupakan upaya ampuh dalam memerangi pandemi Covid-19.

"Mari berusaha semaksimal mungkin agar kita tidak mengalami hal yang tidak diinginkan. Kita berdoa agar Covid-19 tidak menimpa kita. Jika Allah menentukan takdir seseorang terpapar Covid-19 maka dengan doa takdir itu bisa berubah," tambah mantan Dirjen Pendis Kemenag ini.

Lebih lanjut, Dirjen juga memaparkan makna filosofis doa. Katanya, doa tidak hanya ritual yang diucapkan, tetapi bisa berupa serangkaian kegiatan kebaikan kepada sesama manusia.

"Doa harus dimaknai secara luas. Doa merupakan bentuk komunikasi antara hamba dengan Allah. Ketika salat, ibadah, kita sedang berdoa. Ketika kita membantu sesama manusia sebangsa setanah air, sesungguhnya kita sedang berdoa kepada Allah," kupas Dirjen, mendalam.

Kegiatan bertema Kowani Tanggap Covid-19 merupakan kerja sama antara Kowani dengan Kementerian Agama melalui Subdit Kemitraan Umat Islam Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam. Acara digelar secara daring, dihadiri Direktur Penais, Syamsul Bahri, Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto, dan Ketua Kowani Koordinator Bidang Agama, Masyitoh Chusnan.

Doa bersama dipimpin Imam Masjid Istiqlal, Chusni Ismail dan dihadiri ratusan anggota Kowani dari berbagai penjuru Indonesia. Sebagai informasi, Kowani merupakan kongres wanita terbesar dan tertua di Indonesia yang berdiri sejak 22 Desember 1928.

(Pirman)
الوسوم المتعلقة:
#InfoMasjid#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua