Jakarta, bimasislam --- Imam dan Khatib Masjidil Haram Syekh Shaleh Abdullah bin Humaid mengapresiasi penyelenggaraan Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Tokoh Islam Dunia tentang Islam Wasathiyah. KTT yang berlangsung di Istana Bogor ini dihadir sekitar 100 ulama dan tokoh Islam dari berbagai negara, termasuk Saudi Arabia.
“KTT yang diadakan di Indonesia sangat strategis dan mencerminkan hakikat ajaran Islam. Topik yang dibahas sangat penting dan sejalan dengan firman Allah dalam Alquran,” kata Syekh Shaleh dalam ceramahnya di Masjid Istiqlal sembari membacakan ayat 143 dari Surah Al-Baqarah, Jumat (04/05).
Diterjemahkan oleh Abdullah Baharmuz dari Staf Kedutaan Arab Saudi di Indonesia, Syekh Shaleh menjelaskan alasan umat Muhammad disebut sebagai Ummatan Wasatha. Pertama, umat Muhammad adalah umat yang paling bisa memberikan manfaat kepada seluruh umat manusia. “Jika ada muslim tidak memberikan manfaat untuk kemanusian, maka dipertanyakan keislamannya,” ujarnya.
Kedua, umat Muhammad adalah umat yang paling siap mengikuti nabinya. Nabi zaman dahulu memiliki umat yang banyak, namun saat kiamat kelak, tidak banyak yang mengikuti nabinya. “Umat Muhammad adalah yang paling siap mengikuti nabinya. Pertanyaanya, apakah kita termasuk yang siap untuk menjadi pengikut Rasulullah?” tanya Syekh Shaleh.
Alasan ketiga, lanjut Syekh Shaleh, umat Muhammad disebut Ummatan Wastaha karena mereka tidak akan berkumpul atas dasar kesesatan apalagi mendukung kesesatan. Menurutnya, orang yang disebut wasatha, mempunyai ciri-ciri, antara lain: memiliki pilihan mantap (teguh), amanah, hikmah (bijaksana), adil, istiqamah, dan seimbang.
“Seorang muslim saat memegang teguh sifat wasthiyah, dia akan jadikan wasathiyah sebagai perilaku sehari-hari. Dia akan seimbang dalam semua tindakannya, baik kepada Tuhannya, dirinya, keluarganya, tetangganya, dan masyarakatnya. Dia akan selalu jadikan sifat keseimbangan ini sehingga kebaikannya merata dan tidak berlebihan,” jelasnya.
Lantas, siapakah orang yang memiliki sifat wasatha? Syekh Shaleh mengajak umat Muslim untuk menanyakan hal tersebut kepada diri sendiri; sudahkah punya sifat baik pada keluarga, tetangga, dan masyarakatnya.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : Khoiron
Editor : Khoiron
Imam Masjidil Haram Apresiasi KTT Islam Wasathiyah di Bogor
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Literasi Halal Kosmetik dan Peralatan Rumah Tangga Masih Rendah, Kemenag: Perlu Edukasi Masif
Survei Katadata Insight Center (KIC) tahun 2026 mencatat hanya 51,5 persen responden mengetahui kosmetik wajib bersertifikat halal. Sementara itu, pada kategori peralatan rumah tangga, angkanya hanya 14,5 persen.
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan. Tanggal akad sudah disepakati. Gedung mulai dicari, warna busana diperdebatkan, daftar tamu bertambah setiap hari.






