Ini Lima Asas Pengelolaan BMN pada Program Revitalisasi KUA

Jakarta, Bimas Islam -- Peningkatan kualitas layanan dalam program Revitalisasi KUA tidak terlepas dari pendayagunaan BMN (Barang Milik Negara).
 
Hal itu disampaikan Kepala Biro Keuangan dan BMN, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Subarja pada kegiatan Konsolidasi Kelembagaan KUA dan Manajemen Kinerja Pimpinan Tingkat Kabupaten/Kota Angkatan V dan VI di Jakarta, Selasa (13/6/2023).
 
Ia menjelaskan, dalam program Revitalisasi KUA, pengelolaan BMN sebagai fasilitas layanan keagamaan masyarakat harus memenuhi lima asas.
 
"Pengelolaan BMN harus berdasarkan asas fungsional, transparansi, efisiensi, akuntabilitas dan kepastian hukum," terangnya.
 
Lima asas tersebut, imbuhnya, digunakan agar pemanfaatan BMN sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 
Subarja melanjutkan, pengelolaan BMN meliputi 11 hal, yaitu perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan dan pembinaan, serta pengawasan dan pengendalian.
الوسوم المتعلقة:
#KUA#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Inisial MSK · Tim Peliput
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua