Situs Resmi Ditjen Bimas Islam Kemenag RIAmanPengaduan
بيماس إسلام
بيماس إسلامالمديرية العامة لإرشاد المجتمع الإسلامي
Portal Bimas Islam

الخدمات

BEBeranda
PRProfilGAGaleriLILink Mitra
Bimas Islam
Bimas Islam
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Portal Resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI

  • Jl. M. H. Thamrin No.6 lantai 6, Jakarta Pusat 10340
  • [email protected]

Layanan

  • Info Publik
  • Info Nikah
  • Info Masjid
  • Jadwal Sholat
  • Konsultasi Syariah
  • Regulasi

Profil

  • Tentang Kami
  • Struktur Organisasi
  • Pejabat
  • Visi & Misi
  • Maklumat Pelayanan

Bantuan

  • Hubungi Kami
  • FAQ
  • Kebijakan Privasi
© 2026 Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam · Kementerian Agama Republik Indonesia
Partner: Akademihub

بيماس إسلام

المديرية العامة لإرشاد المجتمع الإسلامي
وزارة الشؤون الدينية بجمهورية إندونيسيا
جي إل. إم. إتش. ثمرين رقم 6 الطابق 6، وسط جاكرتا

الخدمات

مواقيت الصلاةمعلومات الزواجمعلومات المسجدمعلومات الزكاة والوقفالاستشارات الشرعية

معلومات

الأخباراللوائح والمعلومات الهامةالملف الشخصيالمعرضبيانات الإرشاد الإسلامي

اتصل بنا

الشكاوىالأسئلة الشائعةروابط الشركاءالمعلومات العامة
© 2026 بيماس إسلام — المديرية العامة لإرشاد المجتمع الإسلامي·سياسة الخصوصية·إعدادات ملفات تعريف الارتباط
  1. Beranda/
  2. Artikel/
  3. Berita/
  4. Integritas, Sinergi, dan Digitalisasi Jadi Strategi Pengelolaan PNBP Nikah

Integritas, Sinergi, dan Digitalisasi Jadi Strategi Pengelolaan PNBP Nikah

Berita • 2026-10-20

Sekretariat Ditjen Bimas Islam Reporter: Bimas Islam • Fotografer: Bimas Islam
Berita
Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) menerapkan tiga strategi dalam pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) layanan nikah dan rujuk, yaitu penguatan integritas, sinergi, dan digitalisasi. Upaya ini bertujuan mewujudkan layanan yang bersih, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menegaskan, pengelolaan PNBP tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan negara, tetapi juga harus mengutamakan integritas dan kualitas pelayanan. Ia meminta seluruh jajaran mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk memastikan pembayaran biaya nikah di luar kantor Kantor Urusan Agama (KUA) sesuai tarif resmi dan disetorkan ke kas negara.

“Pokoknya zero toleransi terhadap berbagai macam pungutan liar. Yang penting berkah. Sedikit kalau berkah itu cukup. Yang penting memang harus dijaga integritasnya,” ujar Abu dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan PNBP Layanan Nikah atau Rujuk Ditjen Bimas Islam Tahun 2026 di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Strategi kedua ialah mengoptimalkan sinergi dan koordinasi dalam pengelolaan PNBP. Menurut Abu, kerja sama seluruh jajaran dan pemangku kepentingan diperlukan agar pelayanan berjalan efektif dan sesuai ketentuan. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi, evaluasi berkala, pemantauan, serta mitigasi kendala. "Ini eranya kolaborasi dan sinergi. Terus lakukan koordinasi dengan semua pihak,” ujarnya.

Abu menambahkan, peningkatan PNBP perlu diiringi dengan peningkatan kualitas layanan pencatatan pernikahan. Karena itu, optimalisasi penerimaan negara juga perlu didukung upaya mendorong masyarakat mencatatkan pernikahan secara resmi.

Strategi ketiga ialah memanfaatkan teknologi digital dalam layanan nikah. Digitalisasi dapat mempercepat proses administrasi, mendukung rekonsiliasi data, meningkatkan transparansi, serta mengurangi celah penyimpangan dalam pengelolaan PNBP.

Abu mencontohkan pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH), termasuk integrasinya dengan data kependudukan melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Langkah ini juga sejalan dengan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi melalui digitalisasi layanan.

Selain digitalisasi, Abu mendorong penyederhanaan persyaratan administrasi pernikahan agar lebih mudah dipahami dan dipenuhi masyarakat. Penyederhanaan tersebut tetap harus mengacu pada ketentuan yang berlaku sehingga kemudahan pelayanan berjalan beriringan dengan tertib administrasi.

Ia juga meminta agar kebutuhan operasional KUA mendapat perhatian. Ketersediaan listrik, air, dan internet, serta dukungan kebersihan dan pemeliharaan kantor perlu dipenuhi untuk menunjang kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menekankan pentingnya digitalisasi transaksi di lingkungan Kementerian Agama untuk mencegah praktik korupsi. Ia meminta seluruh pembayaran dilakukan secara nontunai agar lebih transparan dan akuntabel.

Abu berharap seluruh jajaran terus meningkatkan kepatuhan dan efisiensi dalam pengelolaan PNBP. Dengan tata kelola yang baik, penerimaan negara diharapkan tetap tumbuh tanpa mengabaikan kualitas layanan. "Dengan cara-cara yang efisien, sesuai dengan ketentuan, insyaallah PNBP tetap bisa tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

Msk/Snt-Mr

Bagikan Artikel

Bagikan:
Dalam Artikel

Daftar Isi

Artikel ini tidak memiliki subjudul.

Pilihan Redaksi

Baca Juga

  1. 01
    Pemahaman Halal: Tekstual dan KontekstualOpini
  2. 02
    Pesantren dan Pendidikan Islam di Mata Jenderal NasutionOpini
  3. 03
    Sempat Terhenti Akibat Banjir, Pengajian Darul Muta'allimin di Bireuen Kembali BerjalanBerita
Lihat semua artikel →
← SebelumnyaPemahaman Halal: Tekstual dan KontekstualOpini • 2026-10-23Selanjutnya →Pesantren dan Pendidikan Islam di Mata Jenderal NasutionOpini • 2026-10-23

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Opini • 2026-10-23 • 7 menit

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual

Oleh: M Fuad Nasar* Secara harfiah, halal adalah istilah bahasa Arab yang berarti boleh, diizinkan, atau tidak dilarang. Istilah ini telah menjadi kata…

Pesantren dan Pendidikan Islam di Mata Jenderal Nasution
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Opini • 2026-10-23 • 12 menit

Pesantren dan Pendidikan Islam di Mata Jenderal Nasution

Oleh: M Fuad Nasar* Jenderal Besar TNI (Purn) Dr. H. Abdul Haris Nasution (1918–2000) adalah pejuang kemerdekaan, tokoh militer, negarawan, pemikir…

Sempat Terhenti Akibat Banjir, Pengajian Darul Muta'allimin di Bireuen Kembali Berjalan
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Berita • 2026-10-23 • 3 menit

Sempat Terhenti Akibat Banjir, Pengajian Darul Muta'allimin di Bireuen Kembali Berjalan

Bireuen, Bimas Islam — Kegiatan belajar di Balai Pengajian Darul Muta’allimin, Desa Lingka Kuta, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, kembali…