Bekasi, bimasislam --- Kedudukan dan peran penyuluh agama sangat strategis dalam kehidupan Bangsa Indonesia. Mereka menjadi garda terdepan pemerintah -dalam hal ini Kementerian Agama- dalam mengawal jalannya pembangunan nasional untuk mewujudkan masyarakat adil, makmur dan sejahtera yang dalam bahasa Alquran disebut baldatun thayyibatun wa rabbun ghaffur.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi Shobirin dalam kegiatan Pembinaan dan Uji Kinerja Penyuluh Agama Non PNS Kabupaten Bekasi, Kamis (21/2).
Bertempat di Auditorium Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dihadiri oleh dua ratusan peserta yang terdiri dari para penyuluh agama baik PNS maupun Non PNS.
Kakankemenag menyadari bahwa tugas penyuluh agama sangat berat. "Bisa dibilang hampir semua permasalahan di masyarakat, mereka datangnya ke penyuluh," jelasnya.
Lanjut Kakankemenag, dilihat dari tugas pokok dan fungsinya memang demikian banyak urusan penyuluh. Dari pengentasan buta huruf Alquran sampai penyikapan problem-problem kontemporer umat, urusan rumah tangga, pernikahan, konflik, perceraian dan penddidikan anak, hingga masalah radikalisme dan kerukunan umat beragama. Termasuk juga urusan kenakalan remaja dan maraknya narkoba dan HIV/AIDS.
"Sampai urusan anak meriang dan panas, masyarakat datang ke penyuluh," imbuhnya.
Di satu sisi tingkat kesejahteraan para penyuluh agama bisa dikatakan masih rendah. Kakankemenag mengaku selalu berupaya dan berdoa agar ada peningkatan kesejahteraan penyuluh.
"Yang paling penting tentunya adalah keberkahan", Shobirin mengingatkan.
"Sesuatu yang sedikit secara kasat mata, namun jika sudah berkah insya Allah lebih mashlahat dalam hidup," jelasnya lagi.
Judi Muhyiddin (Wakil Ketua Pokjaluh Kantor Kemenag Kab Bekasi)
Penulis : Judi Muhyiddin
Editor : nhkurniawan
Kakankemenag Kab. Bekasi: Penyuluh Agama Garda Terdepan Kementerian Agama
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Kemenag Buka Sertifikasi Amil 2026, Siapkan 110 Peserta di Dua UIN
Kemenag Buka Sertifikasi Amil 2026, Siapkan 110 Peserta di Dua UIN
Wamenag Bahas Insersi Kurikulum dan Naskah Akademik RUU Terkait Penyebaran Budaya LGBT
Wamenag Bahas Insersi Kurikulum dan Naskah Akademik RUU Terkait Penyebaran Budaya LGBT






