Berita
Tangerang, bimasislam— Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Provinsi Banten, Dedi Mahfudin mengatakan, semangat dalam mengkaji agama perlu dilakukan secara mendalam, tidak bisa dilakukan hanya dengan mengutip kalimat tak utuh yang akan melahirkan multitafsir. Dalam mendalami agama, kehati-hatian mutlak diperlukan agar tidak salah dalam menjalankan ajaran agama.
 
Dikatakan Dedi, salah satu bentuk kehati-hatian tersebut adalah dengan mencegah buku agama yang mengajarkan radikalisme kepada generasi penerus. “Kalau sudah tidak sesuai, di-off saja, apalagi jika sudah tidak sesuai dengan akidah Islam”, kata pria yang telah berkhidmat sebagai selama 15 tahun itu.
 
Di Kota Tangerang sendiri, sempat beredar buku pendidikan agama yang mengarah kepada radikalisme. Tentu saja selain di instansi pendidikan, masjid merupakan benteng pertahanan yang kokoh dalam membina umat untuk memahami Islam yang damai dan menjadi rahmat bagi semesta alam.
 
Menurut data yang dihimpun bimasislam, terdapat 563 unit masjid yang tersebar di 13 Kecamatan di Kota Tangerang. Jumlah terbanyak terdapat di Kecamatan Cipondoh sebanyak 68 unit, sementara Kecamatan Neglasari dan Benda di urutan terakhir masing-masing dengan 21 unit masjid.(ska/bimasislam)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Info Penting • 2026-10-24 • 1 menit

SE Pelaksanaan Salat Istisqa

SE Pelaksanaan Salat Istisqa

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Opini • 2026-10-23 • 7 menit

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual

Oleh: M Fuad Nasar* Secara harfiah, halal adalah istilah bahasa Arab yang berarti boleh, diizinkan, atau tidak dilarang. Istilah ini telah menjadi kata…