Kemenag Dorong LAZ Digitalisasi Zakat

Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor menyadari masih banyak hal yang perlu dikembangkan dalam mengembangkan potensi zakat di Indonesia. Padahal sebagai masyarakat mayoritas beragama Islam, potensinya sangat besar.

“Saat ini banyak masyarakat yang berzakat secara langsung, tidak melalui LAZ. Sehingga terdapat dana zakat yang tidak tercatat,” katanya di Kantor Kementerian Agama Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/02).

Direktur mengatakan berdasarkan data yang dimiliki Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (Puskas Baznas), potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 233,8 triliun. Sementara itu, penghimpunan zakat melalui organisasi pengelola zakat (OPZ) hanya Rp 10 triliun atau baru 5,2 persen dari total potensi zakat.

“Ini saatnya LAZ melakukan digitalisasi untuk memudahkan masyarakat dalam berdonasi,” ujarnya.

Menurut Tarmizi, selain transformasi di era digital, perlu ditambah dengan inovasi dalam pengelolaan yang semakin profesional sehingga tumbuh kepercayaan masyarakat.

“Di satu sisi masyarakat menjadi dermawan, yang didukung dengan inovasi atas pengelolaan dana zakat yang terus profesional,” pungkasnya.

(Tommy)

Editor: Sigit
الوسوم المتعلقة:
#Zakat#Wakaf#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua