Situs Resmi Ditjen Bimas Islam Kemenag RIAmanPengaduan
بيماس إسلام
بيماس إسلامالمديرية العامة لإرشاد المجتمع الإسلامي
Portal Bimas Islam

الخدمات

BEBeranda
PRProfilGAGaleriLILink Mitra
Bimas Islam
Bimas Islam
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Portal Resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI

  • Jl. M. H. Thamrin No.6 lantai 6, Jakarta Pusat 10340
  • [email protected]

Layanan

  • Info Publik
  • Info Nikah
  • Info Masjid
  • Jadwal Sholat
  • Konsultasi Syariah
  • Regulasi

Profil

  • Tentang Kami
  • Struktur Organisasi
  • Pejabat
  • Visi & Misi
  • Maklumat Pelayanan

Bantuan

  • Hubungi Kami
  • FAQ
  • Kebijakan Privasi
© 2026 Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam · Kementerian Agama Republik Indonesia
Partner: Akademihub

بيماس إسلام

المديرية العامة لإرشاد المجتمع الإسلامي
وزارة الشؤون الدينية بجمهورية إندونيسيا
جي إل. إم. إتش. ثمرين رقم 6 الطابق 6، وسط جاكرتا

الخدمات

مواقيت الصلاةمعلومات الزواجمعلومات المسجدمعلومات الزكاة والوقفالاستشارات الشرعية

معلومات

الأخباراللوائح والمعلومات الهامةالملف الشخصيالمعرضبيانات الإرشاد الإسلامي

اتصل بنا

الشكاوىالأسئلة الشائعةروابط الشركاءالمعلومات العامة
© 2026 بيماس إسلام — المديرية العامة لإرشاد المجتمع الإسلامي·سياسة الخصوصية·إعدادات ملفات تعريف الارتباط
  1. Beranda/
  2. Artikel/
  3. Berita/
  4. Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan

Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan

Berita • 2026-10-15

Sekretariat Ditjen Bimas Islam Reporter: Bimas Islam • Fotografer: Bimas Islam
Berita
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD), kemitraan internasional yang mendorong keterlibatan agama dan aktor keagamaan dalam pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian PaRD Leadership Meeting, General Assembly of Members, dan PaRD Annual Forum 2026 di Bangkok, Thailand, pada 9–12 Oktober 2026.

Nodal Officer atau perwakilan resmi Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dalam PaRD, Nuria Isna Asyar, mengatakan, Indonesia siap melanjutkan kontribusinya untuk menjaga keberlanjutan kemitraan tersebut.

“Indonesia memandang PaRD sebagai ruang strategis untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, lembaga akademik, dan aktor keagamaan. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus berkontribusi sesuai kapasitas dan kewenangan yang dimiliki Kementerian Agama,” ujar wanita yang juga merupakan anggota Steering Board sekaligus Co-Chair of Governmental Entities PaRD itu, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, dukungan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pendanaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kontribusi nonfinansial, pertukaran pengetahuan, berbagi praktik baik, dan penguatan kerja sama strategis.

“Kami ingin memastikan pengalaman Indonesia dalam menjaga kerukunan umat beragama, mengembangkan moderasi beragama, dan membangun dialog lintas agama dapat menjadi bagian dari kontribusi nyata bagi PaRD dan agenda pembangunan berkelanjutan,” lanjutnya.

Hal itu sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menekankan pentingnya diplomasi keagamaan dan dialog lintas agama untuk membangun perdamaian serta memperkuat kerukunan global. Menurutnya, nilai-nilai agama dapat menjadi landasan untuk mempererat kerja sama kemanusiaan dan merespons berbagai tantangan dunia.

Komitmen tersebut menjadi penting seiring dengan rencana Pemerintah Jerman mengakhiri perannya sebagai penyandang dana utama PaRD pada 2027. Kondisi ini mendorong para anggota untuk membahas model keberlanjutan kemitraan, termasuk melalui transisi menuju PaRD 2.0.

Pembahasan mengenai arah kepemimpinan, tata kelola, dan keberlanjutan PaRD menjadi bagian dari PaRD Leadership Meeting pada 9 Oktober 2026. Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron Syamsuddin, dan Nuria Isna Asyar.

Agenda berlanjut dengan General Assembly of Members pada 10–11 Oktober 2026 dan PaRD Annual Forum pada 12 Oktober 2026. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para anggota dan pemangku kepentingan membahas penguatan kolaborasi serta kontribusi kemitraan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Delegasi Kemenag terdiri atas Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron Syamsuddin, Kasubdit Bina Lembaga dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Muhibuddin, Kasubdit Kemitraan Umat Islam Nur Rahmawati, serta Nuria Isna Asyar.

Delegasi Indonesia juga melibatkan Alissa Wahid dari Jaringan Gusdurian, Dicky Sofjan yang mewakili ICRS UGM dan Globethics, serta Destya Nawriz yang mewakili Baha’i International.

Keterlibatan pemerintah dan organisasi mitra tersebut mencerminkan kontribusi beragam aktor Indonesia dalam memperkuat hubungan agama dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam PaRD, Kemenag berharap kerja sama internasional ini terus menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengembangan kemitraan lintas sektor. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas kontribusi aktor keagamaan dalam mewujudkan perdamaian, kerukunan, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Mr
foto: © PaRD/GIZ

Bagikan Artikel

Bagikan:
Dalam Artikel

Daftar Isi

Artikel ini tidak memiliki subjudul.

Pilihan Redaksi

Baca Juga

  1. 01
    Pemahaman Halal: Tekstual dan KontekstualOpini
  2. 02
    Pesantren dan Pendidikan Islam di Mata Jenderal NasutionOpini
  3. 03
    Sempat Terhenti Akibat Banjir, Pengajian Darul Muta'allimin di Bireuen Kembali BerjalanBerita
Lihat semua artikel →
← SebelumnyaPemahaman Halal: Tekstual dan KontekstualOpini • 2026-10-23Selanjutnya →Pesantren dan Pendidikan Islam di Mata Jenderal NasutionOpini • 2026-10-23

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Opini • 2026-10-23 • 7 menit

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual

Oleh: M Fuad Nasar* Secara harfiah, halal adalah istilah bahasa Arab yang berarti boleh, diizinkan, atau tidak dilarang. Istilah ini telah menjadi kata…

Pesantren dan Pendidikan Islam di Mata Jenderal Nasution
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Opini • 2026-10-23 • 12 menit

Pesantren dan Pendidikan Islam di Mata Jenderal Nasution

Oleh: M Fuad Nasar* Jenderal Besar TNI (Purn) Dr. H. Abdul Haris Nasution (1918–2000) adalah pejuang kemerdekaan, tokoh militer, negarawan, pemikir…

Sempat Terhenti Akibat Banjir, Pengajian Darul Muta'allimin di Bireuen Kembali Berjalan
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Berita • 2026-10-23 • 3 menit

Sempat Terhenti Akibat Banjir, Pengajian Darul Muta'allimin di Bireuen Kembali Berjalan

Bireuen, Bimas Islam — Kegiatan belajar di Balai Pengajian Darul Muta’allimin, Desa Lingka Kuta, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, kembali…