Kemenag Paparkan Tiga Ciri Keberagamaan Umat Islam di Indonesia

Palembang, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim secara resmi membuka acara Webinar “Bina Moderasi Beragama bagi Generasi Islam Milenial” pada Rabu (9 /6), di Palembang, Sumatera Selatan. Pada acara pembukaan tersebut, Agus menyampaikan tiga ciri keberagamaan umat Islam di Indonesia.

”Keberagamaan umat Islam di Indonesia dapat dilihat dengan tiga ciri, pertama, agama di Indonesia ini dijalankan dengan cara yang baik. Walaupun banyak cara untuk mengukur bahwa di Indonesia masih terdapat hal yang kurang baik, namun jika berkaitan dengan toleransi, ibadah, menyatunya ajaran agama dengan perilaku dan lainnya, hal itulah menjadikan Indonesia lebih baik hingga saat ini,” tutur Agus di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (9 /6).

Ciri kedua, ialah agama selalu diamalkan dalam konteks sosial. menurut Agus ketika masyarakatnya tidak dewasa dalam beragama maka agama yang diamalkan juga secara tidak dewasa.

”Sebagai contoh, jika sekarang marak orang-orang yang anti terhadap kelompok berbeda, anti kelompok yang dianggap bermasalah atau menyimpang, hal ini penyebabnya karena belum dewasanya masyarakat dalam melihat perbedaan,” papar Agus.

Ciri keberagaman yang ketiga, beberapa umat Islam di Indonesia mengalami gangguan kepribadian dalam bahasa psikologi disebut _minderwaardigheidscomplex,_ yang artinya keadaan psikologis seseorang merasa lebih rendah dibanding orang lain.

”Jadi umat Islam di Indonesia merasa kurang percaya diri ketika berhadapan dengan orang timur tengah misalnya, semuanya dianggap ulama, kepercayaan diri kita tidak tersisa lagi, padahal sebenarnya tidak demikian. Penilaian terhadap seseorang itu harus berdasarkan pada penilaian mendalam,” tuturnya.

Acara ini diikuti oleh 70 peserta dari unsur Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Gerakan Pemuda Ansor, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), dan Penyuluh Agama Islam, dengan melakuan test antigen terlebih dahulu dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

(Anty)
الوسوم المتعلقة:
#Toleransi#ModerasiBeragama#InfoMasjid#KUA#BinaSyariah#PenyuluhAgama#BimasIslam

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua