Kemenag Sosialisasi Regulasi Standar Imam Tetap Masjid

Bogor, Bimas Islam --– Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Moh. Agus Salim menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi yang ada, standar imam tetap masjid adalah batasan atau parameter kualifikasi kompetensi minimal seorang imam masjid tetap sesuai dengan tipologi masjid di wilayah.

Pada acara temu Konsultasi Pengelolaan Masjid di Kementerian dan Lembaga yang digelar oleh Subdit Kemasjidan Direktorat Urais Binsyar Kemenag, Agus Salim menegaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh imam masjid.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) No. 582 Tahun 2017 tentang Penetapan Standar Imam Tetap Masjid, diatur syarat-syarat untuk dapat menjadi imam masjid.

Hal itu bertujuan untuk memberikan pedoman bagi takmir masjid di Indonesia dalam memilih dan menentukan imam tetap yang memiliki kompetensi tertentu, menurut Agus, hal itu untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pembinaan terhadap umat Islam.

“Ada beberapa standar umum yang harus dimiliki oleh imam masjid tetap, di antaranya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tahsin, memiliki pemahaman fikih salat, memiliki kemampuan memimpin salat, zikir, dan doa, memiliki kemampuan berkhotbah, memiliki kemampuan untuk membimbing umat, memahami problematika umat, serta memiliki wawasan kebangsaan,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, juga ada standar khusus yang harus dimiliki oleh imam masjid tetap, yaitu pendidikan minimal S2 dan memiliki hafalan Al-Qur’an 30 juz bagi Imam Masjid Negara, selain masjid negara atau masjid Jami harus memiliki hafalan Al-Qur’an minimal juz 30 (Masjid Jami), kemudian memiliki keahlian membaca Al-Qur’an dengan merdu.

“Selain suaranya bagus, imam masjid juga harus memiliki pengetahuan tentang fikih, hadis dan tafsir, serta memiliki kemampuan berkhotbah dan ceramah agama. Apalagi mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab/bahasa asing lainnya, selain bahasa Indonesia dan bahasa daerah setempat,” paparnya.

Acara yang digelar selama tiga hari ini, Rabu-Jum’at, 24-26 Maret 2021 di Hotel Arch, Bogor, diikuti oleh 60 orang peserta dari perwakilan Pengurus Masjid se-Jabodetabek, Kanwil Kemenag se-jabodetabek, dan pejabat di lingkungan Ditjen Bimas Islam.

(Anty)
الوسوم المتعلقة:
#InfoMasjid#KUA#BinaSyariah#Khotbah#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua