Kisah Burhanuddin Jalani Profesi Penghulu di Wilayah Paling Timur Indonesia

Jakarta, Bimas Islam --- Menjadi penghulu bukanlah profesi yang mudah. Banyak tantangan yang dihadapi. Terlebih, jika menjalani aktivitas sebagai penghulu di wilayah yang serba terbatas, seperti yang dirasakan Burhanuddin, penghulu dari KUA Distrik Heram, Kota Jayapura.

Bagi Burhanuddin, menjalani profesi penghulu di daerah terbatas memiliki banyak makna. Ia pun menggambarkan profesinya bukan hanya sebagai pekerjaan biasa, tetapi juga bentuk amal saleh untuk memperbanyak pahala kebaikan.

"Menjadi penghulu di tempat yang serba terbatas ini sebetulnya menjadi tantangan tersendiri. Karena kita membawa wajah Kementerian Agama, maka kita harus memberikan layanan terbaik, memberikan kesan yang baik di masyarakat," tutur Burhanuddin kepada bimasislam melalui sambungan telepon di Kota Jayapura, Jumat (5/11).

Menurut Burhanuddin, beberapa pengalaman yang sering ia temui adalah terkait peristiwa nikah. Ia mengungkapkan, dalam melayani peristiwa nikah di Distrik Heram itu tidaklah mudah, mengingat letak geografis berupa dataran tinggi.

"Kadang kami harus naik dulu ke atas. Ini tidaklah mudah karena misalnya jadwal akadnya pagi, kita berangkat hari sebelumnya. Kalau misalnya pasangan calon pengantinnya yang datang kan kasihan. Jadi kita yang datangi mereka," katanya.

Selain letak geografisnya, Burhanuddin menambahkan, ia beberapa kali menemui pasangan calon pengantin yang baru menjadi mualaf. Pengalaman inilah yang membuatnya tetap optimis menjalani profesi penghulu di wilayah serba terbatas ini.

"Ada beberapa pasangan yang belum sampai seminggu masuk Islam, pasangan laki-lakinya minta menikah padahal belum disunat. Nah tugas saya sebagai penghulu bukan hanya menikahkan saja, tetapi menyampaikan pentingnya sunat bagi laki-laki," ujarnya.

Kisah lainnya yang dilalui Burhanuddin adalah meredam konflik. Ia menyadari bahwa konflik yang berlatar belakang SARA bisa terjadi kapan saja. Tuganya sebagai penghulu dan juga Kepala KUA adalah memitigasi potensi terjadi konflik tersebut.

"Jadi kita selalu padamkan dahulu sumber yang berpotensi menjadi konflik SARA. Kita cegah jangan sampai konflik itu jadi besar, karena hanya akan merugikan diri kita sendiri. Alhadulillah di wilayah kita ini menjadi salah satu wilayah yang tingkat toleransinya cukup tinggi," kata Burhanuddin.

(Rendi)
الوسوم المتعلقة:
#Toleransi#InfoNikah#KUA#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua