Marak Geng Motor, Penyuluh Agama di Aceh Diminta Atasi Kenakalan Remaja

Jakarta, Bimas Islam-- Maraknya geng motor di Aceh menjadi perhatian serius, terutama setelah Kepolisian Resor Kota Besar Banda Aceh mengungkapkan adanya enam geng motor dan 265 anak terlibat dalam kenakalan remaja selama bulan Januari. Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Evi Sri Rahayu, menyerukan agar Penyuluh Agama Islam (PAI) fokus untuk mengatasi persoalan ini.
 
Evi mengatakan, PAI perlu aktif dalam memberi penyuluhan dan terlibat secara langsung di masyarakat untuk menanggapi tantangan ini. Ia menekankan peran aktif masyarakat melalui PAI dalam upaya pencegahan kenakalan remaja. "Kalau keadaan kondusif, masyarakat mudah melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial. Oleh karena itu, peran kita dalam permasalahan ini perlu digencarkan," ujar Evi.
 
Menurut Evi, anak-anak yang terlibat dalam kenakalan remaja tidak secara alami memiliki sifat nakal, melainkan dipengaruhi lingkungan pergaulan yang kurang terkontrol dan pengawasan.
 
Evi mengusulkan agar penyuluhan dapat diisi dengan kegiatan olahraga atau kegiatan produktif lainnya. "Arahkan mereka ke kegiatan keagamaan, atau olahraga yang punya efek positif bagi mereka. Sehingga mereka bisa sibuk dengan hal yang lebih produktif dan positif," tambahnya.
 
Evi juga mengingatkan PAI untuk mengantisipasi segala hal yang dapat berdampak negatif pada remaja di masing-masing wilayah tugas. Evi berharap, aksi kenakalan remaja dapat dicegah dengan kontribusi aktif penyuluh agama.
 
Fn/Mr

Baca Selanjutnya

Lihat semua