Masjid Rahmatan Lil Alamin Ambaipua Dibangun Pengusaha Buddha

Jakarta, Bimas Islam -- Tanjaya, seorang pengusaha dan juga tokoh Agama Buddha. Dia telah membangun Masjid Rahmatan Lil Alamin di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
 
Alexander Tanjaya mengaku dirinya membangun masjid karena panggilan hati nurani. “Saya merasa tergugah dan terpanggil ketika melihat beberapa warga masyarakat setempat yang akan menunaikan ibadah salat Magrib berjalan kaki kurang lebih satu sampai dua kilometer ke desa tetangga dengan membawa kitab suci Al-Qur’an, sajadah, serta tasbih,” jelasnya melalui sambungan telepon, Jumat (7/4/2023).
 
“Selanjutnya kami berunding dengan Kepala Desa dan warga untuk membantu pembuatan masjid dengan waktu pembuatan kurang lebih 1 tahun,” sambungnya.
 
Menurutnya, keberadaan masjid semakin memudahkan warga Muslim untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Tuhan. “Kota ini, khususnya di Sulawesi Tenggara, merupakan kota yang majemuk. Nilai-nilai toleransi terus meningkat di daerah ini. Tingkat kerukunannya semakin tinggi,” harap Alexander Tanjaya.
 
Hidup ini, lanjut Alexander Tanjaya, harus berbagi dengan sesama tanpa membedakan suku, ras, agama ataupun antar golongan. Dengan dibangunnya masjid ini, dia berharap bisa membangkitkan kepedulian dan ketakwaan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 
Hal senada disampaikan Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara Gino. Dia menyampaikan apresiasi kepada Alexander Tanjaya dan juga masyarakat Konawe Selatan atas kerja samanya selama ini. Pembangunan masjid itu sendiri sudah terlaksana pada 2019.
 
“Kami sebagai Pembimas sangat bangga. Apalagi, pada 2022 Bapak Alexander Tanjaya telah mendapatkan Piagam Penghargaan atas dedikasinya sebagai Tokoh Pelopor Moderasi Beragama di Provinsi Sulawesi Tenggara yang diserahkan Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang Kemenag RI dan didampingi oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara,” ungkap Pembimas.
 
Gino berharap ini menjadi motivasi buat semua pihak untuk selalu berbuat baik kepada siapapun tanpa memandang suku, ras dan agama. Semua dilakukan atas dasar kasih dan penuh rasa kemanusiaan. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Jadi hidup ini benar benar bermanfaat dan berarti bagi orang lain,” tandasnya​​​​​​​​​​​​​​.
 
(Kemenag.go.id)
الوسوم المتعلقة:
#Toleransi#ModerasiBeragama#KerukunanUmat#InfoMasjid#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua