Berita
Garut, bimasislam—Bencana banjir memang telah usai, tapi masih menyisakan trauma yang mendalam” demikian papar Usep, Kepala Kemenag Kabupaten Garut saat melakukan peninjauan lapangan, “masih banyak orang-orang yang belum bisa melupakan kepergian anggota keluarganya” lanjutnya.
 
“Kalau dilihat dari lokasi kejadian memang sudah terlihat banyak berbagai jenis bantuan baik pakaian, makanan ringan, minuman, dan berbagai bantuan lainnya, namun ada hal yang belum tersentuh yaitu menyembuhkan trauma tersebut” sahut  Edi Imroni. Oleh karena itu Kantor Kementerian Agama akan dijadikan posko bencana dan posko rehabilitasi. Terkait dengan hal tersebut Letkol Arm Setyo Hani setuju Kantor Kementerian Agama dijadikan posko dan tempat rehabiltasi dari trauma tersebut, “ rehabilitasi cocoknya di Kemenag, masa di Makodim” demikian candanya.
 
Proses rehabilitasi juga dilakukan oleh anak-anak sekolah untuk mendampingi anak-anak korban banjir, dari beberapa anak sekolah tersebut adalah  MAN 1 Garut, MIN, Cibatu, Pokja KUA, MAN Cisewu, MIN 2 Garut (Suci Kaler), MTsN 3 Garut (Cisewu), MTsN 6 Garut (Pameungpeuk), MIN Cinisti, MIN Ngamplang, MTsN 2 Garut (Cibatu), MAN 5 Garut (Cibatu), MTsN 5 Garut.
 
Harapan masyarakat korban rehabilitasi agar tidak trauma pada kejadian tersebut dan bisa melupakan musibah dan kerabat keluarga yang sudah tiada.
 
(rohim/foto: antaranews)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Info Penting • 2026-10-24 • 1 menit

SE Pelaksanaan Salat Istisqa

SE Pelaksanaan Salat Istisqa

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Opini • 2026-10-23 • 7 menit

Pemahaman Halal: Tekstual dan Kontekstual

Oleh: M Fuad Nasar* Secara harfiah, halal adalah istilah bahasa Arab yang berarti boleh, diizinkan, atau tidak dilarang. Istilah ini telah menjadi kata…