Jakarta, Bimas Islam--- Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi menyampaikan, mengemban amanah memimpin Kementerian Agama dalam Kabinet Indonesia Maju, ia akan fokus untuk memberikan pelayanan kepada umat beragama dengan adil.
"Kami tidak ingin memperpanjang polemik itu, fokus saya adalah melayani seluruh umat beragama seadil-adilnya," ujar Menteri Agama Fachrul Razi dalam Power Breakfast Radio Elshinta, di Jakarta, Senin (04/11).
Menag menuturkan, untuk mencapai hal tersebut, ia pun berupaya untuk menemukenali permasalahan umat beragama yang harus diselesaikan oleh Kemenag. Ia menjaring pendapat dari berbagai pihak terkait permasalahan yang dihadapi oleh umat dari enam agama yang ada.
“Kita coba diskusikan dengan teman teman yang memang sudah lama di Kementerian ini, dan teman teman lain di luar yang bisa memberikan masukan tentang apa langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan," kata Menag.
Ia tidak menampik jika Agama Islam menjadi fokus perhatian. Ini karena Islam menjadi agama mayoritas penduduk Indonesia. Namun, Menag juga menegaskan tidak akan mengabaikan permasalahan yang dialami umat Agama lainnya.
“Yang paling utama dan prioritas perhatian adalah kepada yang mayoritas. Agama Islam yang paling banyak dianut di Indonesia. Kita memberikan perhatian kepadanya tapi tidak mengabaikan yang lain. Karena di Islam juga diajarkan yang banyak melindungi yang sedikit," tandas Menag.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : Ruwaidah
Editor : Indah Limy
Menag Fokus Layani Umat Beragama dengan Adil
Baca Selanjutnya
Lihat semuaKemenag Terbitkan Edaran Salat Istisqa, Tekankan Ikhtiar Spiritual dan Kepedulian Lingkungan
Kementerian Agama menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Salat Istisqa untuk merespons kondisi kekeringan, kekurangan air, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?






