Pakar Psikologi Konflik: Penanganan Konflik Butuh Suatu Terobosan

Tangerang, Bimas Islam --- Pakar Psikologi Konflik, Ichsan Malik mengatakan, konflik bernuansa agama terjadi karena adanya kegagalan dalam relasi antar manusia.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Modul Penanganan Konflik Paham Keagamaan di Indonesia, di Hotel Horison Grand Serpong, Tangerang, Kamis (25/2).

"Relasi manusia sarat dengan muatan kepentingan, penguasaan, permusuhan, dan penindasan. Rasa cinta dan empati sudah tidak mampu menjaga relasi harmonis secara permanen. Kekerasan muncul akibat kegagalan relasi manusia ini," paparnya

Menurutnya, penanganan konflik membutuhkan suatu terobosan dan komitmen yang berkelanjutan agar tercipta damai yang positif.

"Harus dimulai dari rekonsiliasi. Pusat perhatian adalah korban, perpetrator/offender, dan masyarakat luas," katanya

Ketua IM (Ichsan Malik) Center untuk Dialog dan Perdamaian itu juga mengatakan, ada empat hakikat rekonsiliasi merujuk pada penjelasan V.D. Merwe 1999, Pertama mengembalikan hakikat kemanusiaan semua kelompok bahkan perpetrator, dan korban.

Kedua, menata kembali tatanan moral baru/konsensus nilai baru. Ketiga, perubahan sikap dan keyakinan, untuk menghilangkan marah dan dendam. Keempat, pola interaksi baru yang saling menguntungkan, adanya kontak baru dan trust.

Ia menambahkan, ada lima penghambat rekonsiliasi/perdamaian di Indonesia, meliputi distorsi sejarah, competitive victimhood, integrative complexity, kepemimpinan, dan rendahnya kesadaran konflik.

Acara yang digelar oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI itu dihadiri peserta dari Balai Litbang DKI Jakarta, Majelis Ulama Indonesia Pusat, Center for the Studi of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusa (PPSDM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Lakpesdam NU Banten, Inklusif, El-Bukhori Institut, Gusdurian Tangerang, Piramida Circle, Harakah Islamiyah, Institute Kebudayaan Indonesia, dan Institut Titian Perdamaian.

(Anty)


الوسوم المتعلقة:
#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua