Pegawai Bimas Islam Harus Mampu Membaca Fenomena Keumatan

Bekasi, Bimas Islam --- Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik terkait pembuatan regulasi dan peraturan perundang-undangan, Ditjen Bimas Islam menggelar bimbingan teknis bagi para pegawai di Hotel Aston, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyampaikan bahwa salah satu tantangan reformasi birokrasi adalah menghasilkan regulasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Untuk itu, teman-teman dapat mengembangkan diri untuk belajar mandiri, harus proaktif dalam membaca fenomena di masyarakat yang berdampak kepada tugas dan fungsi kita," papar Fuad.

Fuad menerangkan bahwa dalam pembentukan aturan perundang-undangan harus dibuat secara cermat agar tidak menimbulkan kerancuan dan multi-interpretasi di masyarakat.

"Apa yang ditulis adalah apa yang dijalankan. Tidak boleh ada penafsiran ganda. Satu kata hanya mempunyai satu makna dan satu pengertian. Hal ini untuk mencegah kerancuan di publik," imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa pejabat dan staf yang terlibat dalam penyusunan suatu peraturan perundang-undangan harus memahami dan mendalami tujuan dan manfaat yang ingin diwujudkan, sehingga dapat menjelaskan dengan baik kepada publik dari sisi filosofis, yuridis, sosiologis dan substantif.

(Boy)

الوسوم المتعلقة:
#KUA#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua