Makassar, bimasislam --- Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelola Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH), Kantor Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Selatan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) SIMKAH berbasis website. Bimtek juga diadakan dalam rangka pengenalan sistem aplikasi terbaru.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin berharap agar dengan adanya pembaruan Simkah maka penyajian data dapat lebih cepat dan akurat serta mempermudah pelayanan.
“Melalui Bimtek ini semoga dapat meningkatkan kualitas layanan Kantor Urusan Agama (KUA) dan tercapainya pelayanan pencatatan nikah yang prima, cepat, akurat, mudah serta profesional”, harap Dirjen di depan peserta Bimtek Aplikasi SIMKAH berbasis website angkatan Islam Tahun 2018 di Hotel Gammara Makassar, Rabu (4/7).
Terkait keakuratan data, Dirjen memastikan ke depan akan semakin cepat dan akurat karena telah ada kerjasama antara Ditjen Bimas Islam dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri.
“Ditjen Bimas Islam telah melakukan kerjasama dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Jadi ke depan orang yang hendak mencatatkan pernikahan datanya sudah tersedia dengan baik, tidak ada lagi orang memalsukan data”, terangnya.
Selain itu, Dirjen juga mengungkapkan bahwa saat ini Ditjen Bimas Islam tengah mempersiapkan program kartu nikah dan akan segera dilaunching. Kartu nikah dimaksud adalah sebagai dokumen pendamping buku nikah. Diharapkan dengan adanya kartu nikah masyarakat semakin mudah saat bepergian tanpa harus membawa buku nikah, karena di dalam kartu terdapat semua data yang sama dengan yang ada di buku nikah.
Bimtek SIMKAH ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari Kepala Seksi Bimas Islam se Sulawesi Selatan dan admin SIMKAH Kabupaten/Kota. Dilaksanakan dari tanggal 2 hingga 5 Juli 2018.
Penulis: syamsuddin
Editor: syamsuddin
Foto: bimasislam
Perkuat Sistem Informasi Nikah, Kanwil Sulsel Selenggarakan Bimtek SIMKAH
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Literasi Halal Kosmetik dan Peralatan Rumah Tangga Masih Rendah, Kemenag: Perlu Edukasi Masif
Survei Katadata Insight Center (KIC) tahun 2026 mencatat hanya 51,5 persen responden mengetahui kosmetik wajib bersertifikat halal. Sementara itu, pada kategori peralatan rumah tangga, angkanya hanya 14,5 persen.






