Sesditjen: Zakat Bentuk Kepedulian Sosial Umat Islam

Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyatakan sistem zakat merupakan bentuk kepedulian umat Islam terhadap permasalahan sosial di tengah masyarakat.

"Dalam ajaran Islam, persaudaraan antarsesama manusia dibangun berlandaskan prinsip ihsan. Setiap muslim wajib memperhatikan kepentingan manusia dan masyarakat sekitar sesuai kemampuannya," papar Fuad dalam keterangan tertulis pada Rabu (31/3).

Fuad menjelaskan persaudaraan dalam ajaran Islam yang dibangun dengan prinsip ihsan berbeda dari prinsip transaksional, dimana hubungan antarmanusia diukur dari segi untung dan rugi secara materi.

Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang mengatakan 'Perumpamaan seorang mukmin terhadap mukmin lainnya dalam saling mengasihi, saling menyayangi, saling menyantuni, adalah seperti satu tubuh, apabila satu bagian dari tubuh itu menderita sakit, seluruh tubuh merasakannya'. (HR Muslim)

"Keadilan akan terciderai ketika seseorang hanya menuntut hak-haknya saja, tetapi tidak menunaikan kewajiban asasi dalam hubungan antar-sesama," imbuhnya.

Fuad melanjutkan kewajiban menunaikan zakat dan tolong-menolong yang diajarkan dalam Islam telah membuka mata dunia tentang kewajiban asasi manusia yang harus ditunaikan.

"Kewajiban menunaikan zakat mencegah timbulnya ketimpangan dan kesenjangan sosial yang bertentangan dengan nalar keadilan," tutupnya.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#Zakat#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua