Tahun Baru Hijriah, Sesditjen Ajak Umat Islam Perkuat Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi

Jakarta, Bimas Islam --- Tahun Baru Hijriyah merupakan momentum yang mengingatkan seluruh umat Islam terhadap perjuangan risalah Nabi Muhammad SAW ketika membangun peradaban Islam yang memancarkan rahmatan lil alamin di muka bumi.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak umat Islam agar senantiasa menghayati nilai-nilai perjalanan hijrah Rasulullah dalam menjawab perkembangan zaman.

"Dewasa ini, makna hijrah yang paling relevan menurut saya ialah hijrah mental, artinya menghijrahkan mental umat, dari kondisi yang belum ideal, menuju mental persatuan, mental kemandirian, dan mental kemajuan. Sarana paling tepat yang mendukung hijrah mental ialah pendidikan dan perbaikan ekonomi," papar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Senin (9/8).

Fuad mengatakan, umat Islam harus senantiasa mengedepankan persatuan dan mengesampingkan perbedaan yang menjurus pada pertentangan. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an bahwa sesungguhnya orang beriman itu bersaudara.

"Umat Islam adalah umat yang satu dalam akidah, kitab suci, ibadah dan jalan hidup menuju rida Allah. Persatuan umat Islam adalah barometer persatuan bangsa. Oleh karena itu, sesama muslim tidak boleh saling menyalahkan, merendahkan, dan mempermalukan satu sama lain," lanjut Fuad.

Sesama umat Islam, lanjut Fuad, mempunyai tugas kemasyarakatan yang diajarkan agama untuk memperkuat solidaritas dan mengokohkan persatuan, serta meningkatkan kerja sama dalam bidang dakwah dan perekonomian umat.  Kemandirian ekonomi umat justru dewasa ini menjadi salah satu masalah aktual dalam pembangunan bangsa, sebagaimana tercermin dengan adanya program kemandirian ekonomi pesantren, sebagai salah satu bagian dari ekonomi umat.

"Pergantian tahun bagi umat Islam merupakan momentum yang tepat untuk muhasabah. Di tengah berbagai persoalan dan cobaan yang dihadapi bangsa kita belakangan ini, umat Islam dan seluruh umat beragama harus melakukan muhasabah dan introspeksi diri," tutupnya.

(Boy)
الوسوم المتعلقة:
#39#KUA#EkonomiUmat#Pesantren#BimasIslam#KemenagRI

المساهمون وجهة العمل

انقر على أي مساهم أو جهة عمل لعرض جميع الأخبار ذات الصلة.

المراسل
Bimas Islam
التغطية الإخبارية والتحريرعرض مقالات المراسل
المحرر
Redaksi Ditjen Bimas Islam
مراجعة وتحرير المحتوىعرض مقالات المحرر
المصور
Dokumentasi Humas Bimas Islam
التوثيق المرئي والصورعرض أرشيف الصور
جهة العمل
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Setditjenعرض أخبار الجهة
منشور رسمي لوزارة الشؤون الدينية في جمهورية إندونيسيا.

Baca Selanjutnya

Lihat semua