Labuan Bajo, bimasislam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menyelenggarakan Temu Kerja Hisab Rukyat. Kegiatan yang mengangkat tema “Unifikasi Kalender Hijriyah Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah” ini bertempat di Sylvia Resort Komodo, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/4).
Terdapat beberapa materi utama yang masuk dalam agenda pertemuan yang berlangsung sejak 23-25 April 2018 tersebut antara lain, Kebijakan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam tentang Hisab Rukyat, Analisa Hasil Seminar Internasional Fikih Falak 2017, Analisa Waktu Fajar Awal Hijriyah berdasarkan Riset LAPAN dan BMKG.
Dalam pemaparannya Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Juraidi menyampaikan urgensi kegiatan tersebut, yaitu selain menganalisa hasil seminar Internasional Fikih Falak 2017 di Jakarta lalu, juga untuk menjawab beberapa persoalan hisab rukyat yang berkembang faktual di masyarakat saat ini.
“Kita sepakat bahwa pelaksanaan seminar Internasional Fikih Falak telah menghasilkan rekomendasi Jakarta, yang diantara isinya adalah bagaimana upaya bersama kita dalam mengatasi perbedaan penentuan awal hijriyah, tidak hanya di nasional tapi juga intenasional, papar Juraidi.
Melanjutkan pembahasannya Doktor di Bidang Ilmu Al qur’an ini turut pula merespon tentang problem hisab rukyat mutakhir, terkait waktu fajar awal hijriyah, dengan meminta bantuan secara khusus kepada pihak LAPAN dan BKMG yang memanfaatkan hasil riset-riset ilmiah akademik.
Dalam pemaparan yang lain, Narasumber Thomas Djamaludin kembali mempertegas tentang tiga prasyarat terimplemntasikannya unifikasi kalender hijriyah global.
“Upaya kuat untuk mengimplementasikan unifikasi kalender hijirah global, harus terus ditegaskan yaitu atas dasar tiga prasyarat, kriteria tunggal, kesepakatan batas tunggal dan otoritas tunggal, dan khusus untuk yang terakhir ini kita tetap melihat bahwa Organisasi Konferensi Islam (OKI), sangat potensial memerankan itu,” jelas Thomas.
Hadir dalam kegiatan ini, 35 orang peserta, terdiri atas perwakilan Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi Agama, Ormas Islam, BMKG, LAPAN, Para Ahli Hisab Rukyat, Astronom, Akademisi dari berbagai perguruan tinggi, dan beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Agama Kupang NTT.
Sumber: Ismail Fahmi
Penulis: Syafaat
Editor: Syafaat
Foto: Bimas Islam
Temu Kerja Hisab Rukyat: Unifikasi Kalender Hijriyah Untuk Perkuat Ukhuwah Islamiyyah
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan. Tanggal akad sudah disepakati. Gedung mulai dicari, warna busana diperdebatkan, daftar tamu bertambah setiap hari.
Literasi Halal Kosmetik dan Peralatan Rumah Tangga Masih Rendah, Kemenag: Perlu Edukasi Masif
Survei Katadata Insight Center (KIC) tahun 2026 mencatat hanya 51,5 persen responden mengetahui kosmetik wajib bersertifikat halal. Sementara itu, pada kategori peralatan rumah tangga, angkanya hanya 14,5 persen.






