Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

4 Amalan untuk Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Jakarta, Bimas Islam -- Mendapatkan malam lailatul qadar dambaan setiap orang. Pasalnya, di dalamnya terdapat kemuliaan yang agung. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa malam tersebut lebih mulia dari seribu bulan. Allah SWT berfirman:
 

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

 
"Malam al qadar itu lebih baik dari seribu bulan."
 
Nah berikut cara agar mendapatkan malam lailatul qadar dari para ulama. Pertama, menghidupkan qiyamul lail dengan shalat isya, tarawih dan witir dan shalat subuh berjamaah. Disebutkan dalam hadis riwayat imam Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


“Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar (dengan beribadah) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Kedua, memperbanyak membaca Al-Qur’an. Pasalnya, selama bulan Ramadan setiap kaum Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca kitab suci Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar. Hal itu dibuktikan dengan Nabi Muhammad yang melaksanakan tadarus Al-Qur’an dengan Jibril di malam Ramadhan.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ


“Rasulullah Saw. adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadan untuk mudarosah (mempelajari) Alquran.”

Ketiga, memperbanyak doa dan istigfar pada Allah. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diceritakan dari Aisyah ra, "Aku berkata, ’Ya Rasulullah! Apa pendapatmu bila aku menjumpai Lailatul Qadar. Apa yang aku ucapkan di dalamnya? Beliau menjawab, ‘Ucapkanlah doa, ‘Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. Engkau menyukai pengampunan. Maka ampunilah aku."

Keempat, melaksanakan i’tikaf terutama sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.  Dalam hadis riwayat imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah, Nabi bersabda:

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ-أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ


“Nabi Saw ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”

Itulah sebagian dari kiat agar kita mendapatkan lailatul qadar. Semoga bermanfaat.

(Tim Layanan Syariah)
Related Hashtags:
#Ramadan#BinaSyariah#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua