Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Begini Cara Penyuluh Agama Ini Membimbing Muallaf di Kampung Dayak

Berau-Kaltim, bimasislam – Kampung Suku Dayak ini berada di wilayah Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Butuh waktu setengah hari dari pusat kota ke kampung ini. Siang hari jangan harap bertemu warga karena sebagian besar mereka berada di hutan.
 
Dulu warga kampung ini sudah pernah memeluk agama Islam, namun mereka belum sempat mengenail Islam lebih jauh. Tanpa ada pembinaan tidak lama kemudian mereka kembali ke kepercayaan lama.
 
"Kami mau memeluk Islam tapi Bapak harus tanggung jawab. Kalau tidak kami kembali lagi," ungkap Ustadz Syarifuddin, penyuluh agama Islam, Kamis (14/09) di Berau menirukan kalimat dari kepala suku dayak ketika itu.
 
Keluarga moyang Syarifuddin dulu yang mengislamkan warga kampung itu tetapi kemudian dakwah tidak dilanjutkan. Warga kembali ke kepercayaan lama. Makanya ia tergerak untuk melakukan penyuluhan di pedalaman salah satu wilayah terluar Indonesia ini.
 
Pertama kali datang ia ditolak. Tetapi ia tidak kehabisan akal. Ia mengajak kenalannya yang masih keturunan warga setempat dan bisa berdialog dengan bahasa ibu suku dayak itu. Cara ini berhasil.
 
Di kampung dayak ini hanya ada 43 jiwa dengan 24 kepala keluarga. Satu persatu mereka bersedia masuk Islam kembali. "Bulan Ramadhan 1438 kemarin merupakan yang terakhir warga masuk Islam," katanya.
 
Sekarang sudah ada shalat Jumat di kampung ini. Tapi jangan dianggap sama dengan shalat Jumat di tempat lain. Shalat hanya diikuti oleh 7 orang. Sisanya laki-laki dewasa memilih pergi ke hutan seperti biasa.
 
Menurut Syarifuddin, ia mengajarkan Islam secara bertahap. Ia ajarkan bagaimana berwudhu dan shalat. "Kami tak kuat puasa. Sudah yang penting shalat dulu," katanya menirukan dialognya dengan dengan warga suku dayak.
 
Ada cerita menarik ketika ia mengajarkan cara mandi besar selepas  brhubungan intim suami istri. "Kalau mandi kami sudah tak usah diajarkan lah. Iya tapi bagaimana niatnya, bagaimana caranya harus tahu," katanya.
 
Ia menjelaskan bagaimana cara membasuh bagian tubuh. "Bagaimana kalau langsung nyebur ke sungai saja. Iya nyebur saja!" Dan warga pun terjun ke sungai setelah berniat mandi besar.
 
Penyuluhan agama Islam secara bertahap ini bisa dinilai berhasil. Kini Syarifuddin mempunyai seorang pemuda yang bisa membaca khotbah Jum'at.
 
"Alhamdulillah Pak Alexander (nama kepala suku) sudah hafal surat Al Fatihah," katanya sembari menyampaikan keinginannya untuk membawa anak-anak suku dayak ini belajar ke pesantren. Secara administratif, kampung ini sudah ia daftarkan menjadi satu RT di wilayah kecamatan Gunung Tabur.
 
(anam/bimasislam)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.