Banda Aceh, Bimas Islam --- Menag Fachrul Razi mengatakan bahwa Kementerian Agama akan terus membina dan meningkatkan kompetensi penceramah. Namun, Menag menegaskan bahwa programnya bukanlah sertifikasi.
Hal ini ditegaskan Menag saat ceramah usai Subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman. Selain ratusan jemaah, hadir juga Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Daud Pakeh, Staf Khusus Menag, Munajat, Kapus LKKMO M Zein, dan Sesmen Khairul Huda Basyir.
"Kemenag akan berupaya meningkatkan kualitas penceramah. Tapi bukan menjadi kewajiban," tegas Menag di Banda Aceh, Minggu (17/11).
"Pembekalan untuk penguatan kompetensi, bukan sertifikasi," lanjutnya.
Pembekalan, kata Menag, antara lain dalam rangka penguatan wawasan kebangsaaan. Selain itu, penceramah juga akan dibekali beragam pengetahuan sosial ekonomi yang relevan dengan tema-tema keagamaan.
Menag juga berharap, para penceramah yang sering tampil di ruang publik lebih sensitif dengan persoalan kebangsaan, keragaman, dan radikalisme.
"Kami tidak ingin radikalisme berkembang luas. Jumlahnya memang tidak banyak, tapi harus diwaspadai karena bisa memecah belah bangsa," tuturnya.
Menag siang nanti dijadwalkan akan memberikan sambutan pada acara Maulid di Universitas Syiah Kuala. Sorenya, Menag akan bertemu ulama Aceh di Asrama Haji. Besok, Menag akam bersilaturahim ke UIN Ar-Raniry sebelum bertolak ke Jakarta.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : Khoiron
Editor : Khoiron
Bukan Sertifikasi, Kemenag Akan Perkuat Kompetensi Penceramah
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?






