Jakarta, Bimas Islam --- Beberapa hari belakangan beredar pesan viral di media sosial mengenai informasi Alquran cetakan terbaru. Informasi tersebut menyertakan gambar dari dua buah mushaf Alquran yang disebut cetakan terbaru dan dikatakan palsu menggunakan sampul mushaf Almumayyaz dan mushaf Al Quran dengan panduan wakaf & ibtida.
Gambar pertama menunjukkan sampul Alquran bertulisan Almumayyaz, dengan keterangan terdapat 4 surah palsu ciptaan kafir laknatullah, yaitu Al-Iman, Al-Wasgaya, Al-Tasajud, dan Al-Musliin.
Sementara pada gambar kedua terlihat sampul bertulis waqaf dan ibtida. Dikatakan bahwa pada Alquran yang diterbitkan Suara Agung tidak terdapat Surah Al Maidah ayat 51 hingga 57 yang sengaja dihilangkan.
Merujuk pada penjelasan Kementerian Kominfo terkait berita-berita disinformasi, dapat disampaikan bahwa pada gambar tersebut terdapat dua hal berbeda.
Pertama adalah Alquran Mushaf AlMumayaz yg disebut memiliki 4 surat palsu. Itu adalah hoax tahun 2016 yang belakangan disebar kembali.
Penerbit Cipta Bagus Segara yang memproduksi mushaf tersebut (yang covernya digunakan untuk menyebar hoax) mengatakan bahwa mushaf Almumayyaz sudah melewati pemeriksaan dan pengesahan dari Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama. Oleh karena itu dipastikan gambar tersebut adalah berita palsu/fakenews yang disebar oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
an
Sedangkan gambar kedua, terjadi pada 2017 dimana Penerbit Suara Agung sbg penerbit telah membuat klarifikasi bahwa hilangnya Surah Al Maidah ayat 51 s/d 57 terjadi karena kekeliruan cetakan, dan meminta masyarakat untuk menukarkan terbitan tersebut untuk diganti dengan yang benar.
Penjelasan terkait hoax ini juga sudah dirilis oleh Kemkominfo: https://www.kominfo.go.id/content/detail/17444/disinformasi-al-quran-cetakan-terbaru-tidak-terdapat-surah-al-maidah-ayat-51-sd-57/0/laporan_isu_hoaks
Hoax Lama Terkait Mushaf Alquran Beredar Kembali, Ini Faktanya
Baca Selanjutnya
Lihat semuaGelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan






