Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Ikut Pelatihan Kemenag, Penceramah Malaysia Ceritakan Penerapan Moderasi Beragama di Negaranya

Jakarta, Bimas Islam — Penceramah asal Malaysia, Ustazah Norhikmah, menceritakan penerapan moderasi beragama di negaranya. Ia menuturkan, meskipun istilah 'moderasi beragama' tidak disebut secara eksplisit, nilai-nilai moderasi telah lama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberagaman agama dan dominasi etnis Melayu, Tionghoa, dan India, menjadikan moderasi sebagai kebutuhan untuk menjaga keharmonisan.
 
"Meskipun di Malaysia kita tidak secara spesifik menyebutnya moderasi beragama, dalam praktiknya, nilai-nilai moderasi sudah berjalan, terutama dalam interaksi dengan pemeluk agama lain," jelas Ustazah Norhikmah kepada wartawan di sela kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam Tingkat Pusat dan MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura) 2024 di Jakarta, Selasa (8/10/2024).
 
Ia juga mengatakan, pemerintah Malaysia memfasilitasi dialog dan diskusi lintas agama, meskipun kegiatan tersebut tidak selalu dipertontonkan secara terbuka kepada publik demi menghindari kesalahpahaman atau persepsi negatif di masyarakat.
 
“Diskusi lintas agama tetap difasilitasi, tetapi tidak ditampilkan secara terang-terangan untuk menghindari salah tafsir di kalangan masyarakat,” tambahnya.
 
Penceramah lainnya, Ustaz Zainuddin, yang merupakan anggota Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), mengungkapkan bahwa moderasi beragama di Malaysia bukan hanya bertujuan menjaga akidah, tetapi juga mengantisipasi berkembangnya paham-paham keagamaan bermasalah.
 
"Di negara kami, mereka yang terafiliasi dengan paham bermasalah akan ditempatkan di rumah perlindungan dan dibina," ungkapnya.
 
Kedua penceramah ini mengapresiasi kegiatan Bimtek yang digelar Kemenag. "Kami sangat senang dan belajar dari Indonesia tentang bagaimana pemerintah membimbing masyarakat dalam hal keagamaan," tutup Ustazah Norhikmah.
 
Selain Malaysia, kegiatan ini juga dihadiri penceramah dari Brunei Darussalam. Para penceramah dari negara-negara MABIMS itu juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta dan Unit Percetakan Al-Qur'an di Ciawi Bogor.
 
Wcp-Mr

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.