Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Kasubdit: Penanganan Paham Keagamaan Bermasalah Perlu Beberapa Pendekatan

Yogyakarta, bimasislam --- Kasubdit Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik Sosial Keagamaan Ditjen Bimas Islam Siti Nur Azizah mensinyalir faktor penyebab munculnya paham keagamaan bermasalah adalah adanya upaya mengaburkan ajaran Islam dan ketidakmampuan memahami ajaran Islam dengan benar.

Ia menambahkan, pengaruh pemikiran sesat, gangguan jiwa serta motif dan kepentingan tertentu, seperti popularitas, ekonomi, politik, juga bisa menjadi penyebab lain.

Hal itu disampaikan Azizah dalam Kegiatan Deteksi Dini dan Pembinaan Paham Keagamaan bertema "Moderasi Beragama Bingkai Peradaban Bangsa," di Hotel Dafam Fortuna Seturan Yogyakarta, Jumat siang (04/05).

Selanjutnya Azizah menjelaskan, sebagai upaya penanganan paham keagamaan bermasalah dibutuhkan beberapa pendekatan, sebagai berikut:

- Pendekatan Kultural dengan Pemoderasian Beragama,
- Menyatukan kelompok-kelompok keagamaan dengan moment produktif (kesejahteraan bersama),
- Pembinaan pimpinan kelompok keagamaan,
- Kerjasama multipihak pemangku kepentingan, seperti ormas Islam, MUI, Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Agama, Kementerian dalam Negeri, BIN dan media massa,
- Deteksi dini, dengan indikasi: (1) Rekam jejak, kualitas ilmu, akhlak dan motivasi Pemimpinnya, (2) Penistaan terhadap sosok pembawa risalah, ulama atau tokoh agama yang hanif, dan (3) Penistaan terhadap pokok-pokok ajaran agama tertentu. /haris nuri

Penulis : Seksi Bina Paham Keagamaan
Editor : nhkurniawan
Foto : bimasislam

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan
Berita · 26 Okt 2026

Gelar The Wonder of Harmony, Kemenag: Upaya Perbanyak Ruang Perjumpaan

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam tahun ini kembali menggelar The Wonder Harmony.  Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama Thobib Al-Asyhar mengatakan bahwa giat ini sebagai upaya memperbanyak ruang perjumpaan antarumat beragama.