Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Kemenag Akan Masifkan Kembali Gerakan Magrib Mengaji

Jakarta, Bimas Islam --- Pergeseran nilai budaya di masyarakat yang kini lebih sering hidup dalam lingkup dunia digital membuat kebiasaan mengaji lambat laun menjadi tergerus. Hal ini membuat Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama ingin kembali menggalakkan 'Gerakan Magrib Mengaji'.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengakui saat ini tradisi mengaji di kalangan masyarakat nampak sudah memudar. Oleh karena itu, ia merasa program 'Gerakan Magrib Mengaji' ini perlu dimasifkan kembali.

"Itu kan juga menjadi bagian dari tradisi yang sudah mulai memudar digerus oleh perubahan nilai dan kepentingan masyarakat," ungkap Fuad, Rabu (3/3).

Fuad menilai dengan semakin berkembangnya teknologi digital yang menjadi kebutuhan masyarakat di masa kini, semestinya juga dimanfaatkan oleh para tenaga pengajar untuk melengkapi metode pembelajaran mereka dengan konteks kekinian.

"Para pegiat pendidikan Al-Qur’an bisa melengkapi metode pembelajaran melalui digital learning, meskipun fungsi pembelajaran Al-Qur’an secara tatap muka itu lebih sempurna," imbuhnya.

Tradisi mengaji yang mulai memudar ini, lanjut Fuad, juga harus menjadi fokus para penyuluh agama di daerah bekerjasama dengan tempat pengajaran Al-Qur’an setempat agar budaya ini tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

"Di setiap desa, dan kelurahan itu harus ada kegiatan pembelajaran Al-Qur’an, tentu kita tidak bisa hanya mengandalkan fungsi sekolah sebagai pendidikan formal," tutupnya.

(Boy)
Related Hashtags:
#39#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Bimas Islam
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua