Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Kemenag dan PBNU Teken Perjanjian Kerjasama Perkuat Ketahanan Keluarga

Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama dan Pengurus Besar Nadhalatul Ulama (PBNU) menandatangani perjanjian kerjasama di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (12/9/2023).
 
Nota kesepahaman itu berkaitan dengan program ketahanan keluarga yang dikemas dalam Satuan Tugas Nasional (Satgasnas) Gerakan Keluarga Maslahat Nadhalatul Ulama (GKMNU).
 
Pada kesempatan itu, Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Kementerian Agama (Kemenag) Zainal Mustamin mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat program-program kerja Kemenag, salah satunya terciptanya keluarga sakinah.
 
“Memberi pembinaan dan penguatan kepada keluarga sebagai unit terkecil di tengah masyarakat, sehingga tercipta keluarga- keluarga sakinah bukanlah pekerjaan yang singkat, harus melibatkan banyak pihak,” paparnya, di Jakarta, Selasa (12/9/2023).
 
Menurutnya, isu keluarga di Indonesia seperti perceraian, kawin anak, stunting, hingga kemiskinan merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani.
 
“PBNU memiliki cita-cita yang sama yaitu membangun keluarga maslahat tujuannya diharapkan dapat berdampak pada kehidupan nyata seluruh masyarakat. Atas dasar kesamaan program itulah, kami (Kemenag) menggandeng PBNU dalam Satgas GKMNU,” jelasnya.
 
Dikatakannya, program ini merupakan jangka panjang yang ke depan akan melibatkan organisasi masyarakat lainnya seperti Aisyiyah, PERTI, Wanita Islam, dan lainnya.
 
Agenda GKMNU
 
Pada kesempatan yang sama, (Kepala Subdirektorat Keluarga Sakinah Agus Suryo Suripto mengatakan, agenda-agenda yang akan dilakukan yakni Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dengan basis tingkat paling bawah yakni desa.
 
“Bimwin yang dilakukan Kemenag biasanya melalui KUA, penghulu, atau Penyuluh Agama Islam, sementara GKMNU akan melalui Satgas di desa masing-masing. Jadi langsung ke akar rumputnya/masyarakat di tingkat paling bawah,” ungkapnya.
 
Kemudian kegiatan kedua adalah Bimbingan Berkah Keuangan, Suryo menjelaskan, setiap anggota keluarga akan diberi advokasi cara mengatur keuangan rumah tangga yang efektif.
 
“Pada kegiatan ini, anggota keluarga juga akan diberi bimbingan perencanaan keuangan untuk pendidikan anak,” imbuhnya.
 
Agenda ketiga yaitu Bimbingan Keluarga, Suryo menyebut, kegiatan ini akan memberi edukasi kepada calon pengantin agar memiliki kesadaran dalam mengelola konflik rumah tangga.
 
“Selanjutnya ada bantuan untuk majelis taklim, tapi majelis taklim itu harus memiliki kontrak prestasi. Misalnya majelis taklim harus ada kegiatan edukatif bagi jemaahnya. Kemudian yang terakhir adalah bantuan masjid,” pungkasnya.
Related Hashtags:
#InfoMasjid#KUA#PenyuluhAgama#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Inisial AN · Tim Peliput
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
SetditjenView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua