Semarang, bimasislam --- Penyuluh Agama hari ini membuat sejarah baru, di mana mereka berkumpul dalam satu tempat dan bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo. Dalam kesempatan ini Presiden menyampaikan penghargaan yang tinggi terhadap Penyuluh Agama yang dinilainya mmemiliki peran penting dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.
“Terimakasih atas partisipasi bapak dan ibu atas peran dalam menjaga kerukunan di seluruh indonesia khususnya Jawa Tengah. Apa yang sudah anda lakukan adalah luar biasa karena sudah berkomitmen dalam memperkokoh NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika“, demikian dikatakan Presiden saat memberi arahan dalam acara Silaturahim Penyuluh Agama dengan Presiden yang dipusatkan di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Sabtu (14/4).
Dihadapan ribuan Penyuluh Agama, Presiden juga menegaskan bahawa agama dan negara harus berjalan beriringan dan saling memperkokoh. Negara memberikan perlindungan dalam berkeyakinan dan agama memberikan panduan dalam bernegara dan bermasyarakat.
“Penyuluh Agama adalah pemandu umat yang memberi motivasi, harapan dan optimisme. Harus membawa pikiran pikiran yang postif yang akan memancarkan aura semangat umat kita. Kita harus terus ingatkan kepada mssyarakat tentang nikmatnya perdamaian dan persatuan“, tegasnya.
Diakhir sambutannya, Presiden menyinggung honor kecil untuk Penyuluh Agama Honorer (PAH) dan berjanji akan memperjuangkan agar dapat dinaikkan minimal dua kali lipat.
“Saya akan berusaha insya-Allah tahun ini dan maksimal tahun depan, saya yakin DPR akan menyetujui, minimal honor naik dua kali lipat. Terakhir, saya sampaikan terimakasih atas fondasi yang telah bapak dan ibu berikan“, pungkas Presiden.
Penulis: Syamsuddin
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam
Kepada Penyuluh Agama, Jokowi: Anda Luar Biasa
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSambut Hari Toleransi Internasional, Ada Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik Nataru
Mengusung tema “Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerukunan umat beragama melalui dialog lintas iman, pemberdayaan masyarakat, penguatan keluarga, hingga layanan keagamaan yang inklusif.
Literasi Halal Kosmetik dan Peralatan Rumah Tangga Masih Rendah, Kemenag: Perlu Edukasi Masif
Survei Katadata Insight Center (KIC) tahun 2026 mencatat hanya 51,5 persen responden mengetahui kosmetik wajib bersertifikat halal. Sementara itu, pada kategori peralatan rumah tangga, angkanya hanya 14,5 persen.
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan
Menyiapkan Bekal dan Mental sebelum Akad Pernikahan. Tanggal akad sudah disepakati. Gedung mulai dicari, warna busana diperdebatkan, daftar tamu bertambah setiap hari.






