Jakarta, Bimas Islam – Rabu (2/10), Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin membuka secara resmi acara Festival Seni Budaya Islam Goes To Campus di Institut PTIQ Jakarta. Pelaksanaan festival ini akan berlangsung selama empat hari dari tanggal 2-5 Oktober yang bertempat di Ma’had Al-Qur’an dan Aula Asrama Institut PTIQ Jakarta.
Hadir dalam pembukaan festival Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA selaku rektor, para wakil rektor, para dekan fakultas, beberapa dosen, dan mahasiswa/i Institut PTIQ Jakarta.
Dalam sambutannya, Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam selaku ketua panitia festival, Sayid Alwi Fahmi menyampaikan, bahwa Seni Budaya Islam merupakan bagian dari budaya Indonesia untuk senantiasa dilestarikan. Ia berharap agar mahasiswa juga ikut serta dalam melestarikan seni budaya Islam yang memang jadi tujuan dari kegiatan ini. Selain itu, tujuan dari acara ini untuk mengembangkan minat dan bakat para mahasiswa di sekitar Jakarta yang ikut serta dalam festival ini.
Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat kita cenderung kering dan keras. “Masyarakat seperti ini diperlukan pelembutan. Pelembutnya ialah seni,” ungkapnya. Beliau kemudian mengutip Imam Ghazali yang menyatakan bahwa orang yang tidak memiliki jiwa seni hatinya akan cenderung keras.
Ada tiga cabang seni budaya yang dilombakan dalam festival ini meliputi Puitisasi Terjamahan Al-Qur’an, Vokalis Lagu Religi, dan Paduan Shalawat. Festival ini diikuti kurang lebih 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya seperti UIN Jakarta, UNJ, STAI Al Hikmah, STAI Al Akidah, IBM Bekasi, dan lainnya.
Sumber: ptiq.ac.id
Kerjasama dengan PTIQ, Kemenag gelar Festival Seni Budaya Islam Goes To Campus
Baca Selanjutnya
Lihat semuaAda RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.
Kemenag Dorong Beasiswa Zakat Terintegrasi di SatuBeasiswa, Cegah Pendanaan Ganda
Kemenag dan Kemdiktisaintek Perluas Akses Kuliah melalui SatuBeasiswa
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Di Grup Kita Diam, di Japri Kita Panjang Bicara: Ada Apa?
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan
Dari Sumpah ke Teladan: Pemuda sebagai Perekat Persatuan






